News

Lagi-lagi, KPK Tahan Tersangka Penyuap Hakim Agung Sudrajad Dimyati

Lagi-lagi, KPK Tahan Tersangka Penyuap Hakim Agung Sudrajad Dimyati
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan upaya paksa penahanan terhadap Debitur Koperasi Simpan Pinjam intidana Ivan Dwi Kusuma Sujanto, Selasa (4/10/2022) di Gedung Merah Putih KPK (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan upaya paksa penahanan terhadap Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana Ivan Dwi Kusuma Sujanto. 

Ivan merupakan tersangka terakhir yang ditahan terkait kasus dugaan suap penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA) yang menjerat Hakim Agung Sudrajad Dimyati.

"Untuk merampungkan proses penyidikan perkara, tim penyidik menahan satu orang tersangka yaitu IDKS (Ivan Dwi Kusuma Sujanto)," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (4/10/2022).

baca juga:

Ivan bakal ditahan selama 20 hari kedepan terhitung sejak tanggal 4 Oktober hingga 23 Oktober 2022. Komisi antirasuah menjelaskan pihaknya bakal memperpanjang masa penahnan jika memang pemberkasan perkara dinilai belum rampung. Hal itu dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Penahanan dilakukan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Metro Jakarta Timur," ujar Karyoto.

Dalam perkara ini total KPK menetapkan 10 orang menjadi tersangka. Selain Sudrajad Dimyati, mereka adalah Elly Tri Pangestu, hakim yustisial atau panitera pengganti MA; Desy Yustria dan Muhajir Habibie, PNS pada Kepaniteraan MA; Nurmanto Akmal dan Albasri, PNS MA; Yosep Parera dan Eko Suparno, pengacara; Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto, swasta atau debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana.

Kasus ini terbongkar lewat operasi tangkap tangan yang digelar September lalu. Sudrajad diduga menerima suap untuk memenangkan gugatan perdata kepailitan Koperasi Simpan Pinjam Intidana di Pengadilan Negeri Semarang.

Yosep Parera dab Eko Suparno diduga menyerahkan uang 205 ribu dolar Singapura atau senilai Rp 2,2 miliar ke Desy Yustria untuk pengurusan perkara tersebut. Dari total uang suap itu, Desy menerima jatah Rp250 juta, sementara Muhajir Rp850 juta dan Elly Rp100 juta. Adapun Sudrajad menerima uang Rp800 juta.

Akibat perbuatannya, Sudrajad dan penerima lainnya yaitu Desy , Elly, Muhajir, Nurmanto dan Albasri disangka melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 12 huruf a atau b Jo Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara selaku pemberi, Heryanto, Yosep, Eko dan Ivan disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 atau Pasal 6 huruf c Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. []