News

Lagi! Jokowi Perpanjang PPKM Level 4 hingga 9 Agustus 2021

Presiden Jokowi memutuskan melanjutkan kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat atau PPKM Level 4 mulai besok, Selasa (3/8/2021) hingga Senin (9/8/2021). 


Lagi! Jokowi Perpanjang PPKM Level 4 hingga 9 Agustus 2021
Presiden Joko Widodo saat menerima laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah pusat (LHP LKPP) tahun 2020 dan ikhtisar hasil pemeriksaan (IHPS) II tahun 2020 dari Ketua BPK Agung Firman Sampurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (25/6/2021). (BPMI Setpres)

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memutuskan melanjutkan kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat atau PPKM Level 4 seminggu ke depan mulai besok, Selasa (3/8/2021) hingga Senin (9/8/2021). 

Akan tetapi, PPKM Level 4 kali ini hanya diberlakukan di beberapa kabupaten dan kota saja. 

Kebijakan melanjutkan PPKM Level 4 diputuskan setelah melihat perkembangan kasus Covid-19 pada minggu terakhir PPKM Level 4. 

Jokowi mengatakan, ada perbaikan keadaan kasus Covid-19 pada minggu terakhir PPKM Level 4 dari seluruh indikatornya. Mulai dari kasus terkonfirmasi positif Covid-19 harian, kasus aktif harian, kesembuhan harian hingga keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RS.

"Oleh karena itu dengan mempertimbangkan perkembangam beberapa indikator pada minggu ini, pemerintah memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM Level 4 dari tanggal 3-9 Agustus 2021 di beberapa kabupaten dan kota tertentu dengan penyesuaian pengaturan aktivitas dan mobilitas masyarakat sesuai kondisi masing-masing daerah," katanya dalam konferensi pers secara virtual dari Istana Negara, Jakarta, Senin (2/8/2021). 

Terkait kabupaten dan kota yang diberlakukan PPKM Level 4, Jokowi mengatakan akan diumumkan oleh menteri-menteri terkait.

Minggu terakhir pelaksanaan PPKM Level 4 berkontribusi besar dalam pengbilan keputusan Presiden hari ini. Penerapan PPKM Level 4 hanya di daerah tertentu saja, kata dia, karena kebijakan pemerintah tidak bisa sama untuk durasi yang panjang.

"Kita tidak bisa membuat kebijakan yang sama dalam durasi yang panjang. Kita harus menentukan derajat pembatasan mobilitas masyarakat sesuai dengan data di hari-hari terakhir. Agar pilihan kita tepat baik untuk kesehatan maupun untuk perekonomian," ujarnya.

Jokowi menyampaikan, pilihan pemerintah dan masyarakat itu sama yaitu antara menghadapi ancaman keselamatan jiwa akibat Covid-19 dan menghadapi ancaman ekonomi kehilangan mata pencaharian dan pekerjaan. Oleh karena itu, kebijakan gas dan rem harus dilakukan secara dinamis sesuai perkembangan penyebaran Covid-19 di hari-hari terakhir.