Tech

Lagi dan Lagi, Twitter Blokir Akun terkait Donald Trump

Twitter sendiri masih mengizinkan pengguna untuk berbagi postingan blog Trump


Lagi dan Lagi, Twitter Blokir Akun terkait Donald Trump
Twitter (dok. BBC)

AKURAT.CO, Twitter tampaknya sangat serius dengan penangguhan mantan Presiden Donald Trump. Platform media sosial itu menangguhkan banyak akun baru yang dibuat untuk membagikan postingan dari situs web Trump yang baru-baru ini diluncurkan.

"Seperti yang dinyatakan dalam kebijakan penghindaran larangan kami, kami akan mengambil tindakan penegakan hukum pada akun yang niatnya jelas untuk mengganti atau mempromosikan konten yang berafiliasi dengan akun yang ditangguhkan," kata juru bicara Twitter dalam pernyataan kepada Mashable, dikutip Minggu (9/5).

Akun yang ditangguhkan diantaranya @DJTDesk, @DJTrumpDesk, @DeskofDJT, dan @DeskOfTrump1.

Menurut New York Post, tim Trump tidak terlibat dalam pengaturan akun @DJTDesk, yang merupakan paling populer dari akun yang ditangguhkan ini sebelum Twitter menghapusnya. Akun ini telah mengumpulkan beberapa ribu pengikut sebelum ditangguhkan.

Semua akun yang dihapus tersebut tampaknya dibuat selama satu hari terakhir dengan tujuan semata-mata untuk menyebarkan postingan dari blog pribadi baru Trump di Twitter.

Twitter sendiri masih mengizinkan pengguna untuk berbagi postingan blog Trump. Tautan ke situs web tersebut tetap aktif di platform sosial. Saat ini, Twitter tampaknya hanya mengambil tindakan terhadap akun yang dibuat dengan tujuan tunggal untuk mendistribusikan konten blog Trump.

Platform media sosial favorit Trump sendiri adalah Twitter. Ia menggunakan layanan tersebut beberapa kali dalam sehari, di mana postingannya kerap menjadi berita internasional, bahkan sebelum ia menjadi Presiden Amerika Serikat.

Twitter secara permanen menangguhkan Trump setelah tweet yang dia buat sementara massa pro-Trump menyerbu gedung Capitol di Washington, DC pada 6 Januari lalu. Dua hari kemudian, pada 8 Januari, perusahaan tersebut menangguhkan akun @realDonaldTrump. Dalam sebuah pernyataan, Twitter mengatakan memutuskan untuk melarang Trump "karena risiko hasutan kekerasan lebih lanjut."

Azhar Ilyas

https://akurat.co