News

Lagi dan Lagi, Gerindra Usung Prabowo di Pilpres, Alasan Diungkap Sekjen

Jajaran pengurus Partai Gerindra diimbau untuk tak henti melakukan penguatan


Lagi dan Lagi, Gerindra Usung Prabowo di Pilpres, Alasan Diungkap Sekjen
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Partai Gerindra akan kembali mengusung Ketua Dewan Pembina sekaligus Ketua Umum Prabowo Subianto untuk maju dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menjelaskan alasan mengapa Gerindra untuk kesekian kalinya mencalonkan Prabowo di Pilpres.

"Karena kita ingin memberi bakti yang lebih besar dalam jabatan eksekutif pemerintahan bagi kemaslahatan bangsa dan negara, yakni keadilan kemakmuran untuk semua rakyat Indonesia," kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani dalam keterangan tertulis, Minggu (29/8/2021).

Sekedar mengingatkan, Prabowo sudah tiga kali dicalonkan Gerindra di Pilpres. Pada Pilpres 2009, Prabowo maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri.

Ketika itu, Pilpres diikuti tiga pasangan calon dengan dua pasangan calon lainnya yakni Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang maju bersama Boediono, kemudian Jusuf Kalla yang berpasangan dengan Wiranto. Pilpres dimenangkan pasangan SBY-Boediono.

Prabowo kemudian kembali dicalonkan pada Pilpres 2014 sebagai calon presiden berpasangan dengan Hatta Rajasa sebagai calon wakil presiden. Saat itu duet Prabowo dan Hatta kalah dari Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Untuk kali ketiga Prabowo diusung di Pilpres 2019. Namun, Prabowo yang maju sebagai calon presiden berpasangan dengan Sandiaga Uno kalah dari pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. 

Muzani meminta agar jajaran Partai Gerindra tak henti untuk terus melakukan penguatan diri, dari mulai tingkat desa atau ranting sampai pusat salah satunya dengan memanfaatkan media sosial sebagai alat perjuangan. Karena menurutnya itu akan menjadi kekuatan politik yang didukung rakyat.

"Nantinya, Gerindra besar karena adanya support dan basis yang kuat dari pendukungnya. Bukan karena sebuah pencitraan yang dibungkus seolah-olah sebagai sebuah kenyataan padahal kosong. Gerindra tidak ingin membangun pencitraan yang tidak mencerminkan realita dari kekuatan yang tidak dimilikinya," jelas Ketua Fraksi Gerindra DPR RI itu.