Lifestyle

Ladies, Kanker Payudara Ternyata Punya Stadium Nol

Pada kanker payudara stadiun nol, sel-sel abnormal tersebut masih berada di saluran susu dan belum mempengaruhi jaringan lemak.


Ladies, Kanker Payudara Ternyata Punya Stadium Nol
Kenali tanda-tanda kanker payudara ladies (Shutterstock)

AKURAT.CO, Kanker payudara terjadi ketika sel-sel di payudara tumbuh dan membelah secara tidak terkendali. Seperti kanker lainnya, kanker payudara dapat menyerang dan tumbuh ke dalam jaringan di sekitar payudara, dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. 

Selama ini, kamu mungkin mengetahui jika kanker punya empat stadium, mulai dari satu sampai empat. Namun, ternyata kanker juga punya stadium nol. Dalam istilah medis, stadium nol kanker payudara disebut ductal carcinoma in situ (DCIS).

Pada stadium nol, sel-sel abnormal masih berada di saluran susu dan belum mempengaruhi jaringan lemak yang membentuk sebagian besar payudara. Artinya, DCIS bersifat noninvasif karena tidak menyebar. 

"Cancer-nya belum keluar dan belum invasi," kata Dokter spesialis bedah onkologi dr. Bob Andinata, Sp.B(K). Onk., kepada AKURAT.CO saat Pink webinar series Quality Life After Breast Cancer, Jumat, (15/10/2021).

"Yang invasi itu dimulai dari stadium satu, dua, tiga, empat," lanjutnya.

Apabila stadium nol ini dapat segera dideteksi, maka kemungkinan untuk sembuh sangat besar. Oleh sebab itu, dr. Bob mengingatkan untuk melakukan deteksi dini.

"Biasanya, DCIS ini ditemukan saat skirining, deteksi dini. Angka kesembuhannya bisa mencapai 99-100 persen pada stadium nol," jelas dr. Bob.  

"Definisi sembuh disini adalah tidak ada kekambuhan dalam lima tahun."

Meskipun bukan keadaan darurat, stadium nol yang tidak diobati atau tidak terdeteksi dapat menyebar ke jaringan payudara di sekitarnya. Dan bukan tidak mungkin akan berubah menjadi kanker ganas. Oleh sebab itu, kanker payudara stadium nol tetap memerlukan pengobatan, misalnya dengan mastektomi atau lumpektomi. 

Adapun kanker payudara sendiri kini telah menjadi jenis kanker yang paling banyak diidap perempuan di Indonesia. Menurut data yang dimiliki Grobogan 2020, dalam setahun, angka kasus kanker payudara di Indonesia mencapai 65.858 atau 16,6 persen. Jika dilihat dari data tersebut, maka ada 182 kasus yang tercatat per harinya.

"Kalau kita bagi dalam 1 tahun saja ada 65.000 kasus, itu berarti 182 kasus per hari, atau 7,6 kasus per jam. Dan kalau dalam menit, itu berarti 1 pasien kanker payudara terdiagnosis setiap 8 menit," kata dr. Bob.[]