Lifestyle

Ladies, Ini Ciri Laki-laki yang Cocok Jadi Suami

Jika kamu berkencan dengan tujuan pernikahan, penting untuk mencari pasangan yang memiliki kualitas seorang suami yang baik alias husband material


Ladies, Ini Ciri Laki-laki yang Cocok Jadi Suami
Ilustrasi - Ciri laki-laki yang cocok jadi suami (UNSPLASH/Allef Vinicius)

AKURAT.CO, Pernikahan adalah komitmen serius yang bertujuan untuk bertahan seumur hidup. Jika kamu berkencan dengan tujuan pernikahan, penting untuk mencari pasangan yang memiliki kualitas seorang suami alias husband material. Tidak semua laki-laki bisa menjadi suami yang baik untukmu. Ada beberapa laki-laki yang hanya cocok dijadikan pacar, bukan suami. 

Ya, setiap orang pasti memiliki beragam karakteristik terkait suami yang baik. Tetapi ada beberapa kualitas dan karakteristik yang diinginkan hampir semua orang pada calon suaminya. 

Dengan mengamati beberapa perilakunya dengan cermat, kamu akan tahu apakah dia memiliki husband material atau tidak. Berikut AKURAT.CO uraikan beberapa ciri laki-laki yang cocok dijadikan suami, dilansir dari berbagai sumber Kamis, (18/11/2021): 

Bertanggung jawab secara finansial

Perhatikan bagaimana dia menghabiskan uangnya. Apakah dia hanya memikirkan kepuasan instan atau fokus pada tanggung jawab keuangan dan tabungannya?

Seorang laki-laki yang menjadi memiliki husband material akan menjamin keuangan rumah tangganya tercukupi. Pada saat yang sama, dia juga memiliki rencana jangka panjang, yang mencakup pensiun dan kepemilikan rumah.

Pada dasarnya, dia tidak lagi memprioritaskan makan malam mewah dan pakaian baru yang mahal. Dia fokus untuk membangun masa depan bersamamu. Jika laki-laki tidak memiliki rencana masa depan, dia mungkin lebih cocok dijadikan pacar saja. 

Family man

Laki-laki yang memiliki husband material menghargai gagasan tentang keluarga dan juga mencoba untuk menghayati nilai-nilainya. Artinya, dia tahu bagaimana caranya bersikap di sekitar anak-anak, orang tua atau anggota keluarga lainnya.

Dia juga berkomitmen untuk membuat kamu terlibat dalam hidupnya dan berharap dapat membangun keluarga denganmu untuk meneruskan tradisi dan nilai-nilai.

Sementara sosok seorang pacar mungkin belum memikirkan hal-hal tersebut. Dia masih sibuk dengan dunianya, sehingga belum mampu untuk terlibat dalam hubungan keluarga yang lebih dalam.

Dapat dipercaya

Kejujuran dan kepercayaan adalah segalanya dalam sebuah hubungan, terutama pernikahan. Kamu mungkin bisa menoleransi pacar yang berbohong. Akan tetapi, kebohongan dalam pernikahan tidak boleh diabaikan begitu saja. Jadi, jika dia sering berbohong, mungkin dia belum memiliki kualitas seorang suami yang baik. 

Tidak menyembunyikan emosinya

Banyak perempuan ingin memiliki laki-laki yang kuat dan berani yang tidak pernah lemah. Namun ternyata, pria yang mampu menunjukkan emosinya memiliki pernikahan yang lebih sukses.

Profesor Psikologi, Dr. John Gottman mengamati 130 pasangan heteroseksual selama 12 tahun. Gottman menemukan bahwa pria yang mampu mendengarkan istrinya, memahami dan mengekspresikan emosinya memiliki pernikahan yang lebih sukses dan lebih kecil kemungkinannya untuk bercerai.

Jadi, laki-laki yang mempu memperlihatkan emosinya adalah calon suami yang baik. Dia tidak merasa lemah pada saat memperlihatkan atau mengungkapkan emosinya kepadamu. Di sisi lain, laki-laki yang terus mencoba tampil kuat dan maskulin mungkin lebih cocok dijadikan pacar saja. Dia belum siap untuk menunjukkan emosinya karena khawatir dianggap lemah dan remeh.

Melihat ke depan

Laki-laki yang siap menjadi suami punya rencana. Dia tidak hanya sekadar merencanakan kencan dan liburan akhir pekan, atau bahkan konser kejutan. 

Dia mungkin tidak menyebutkan pernikahan, namun sudah memikirkan di mana kalian akan tinggal atau karier yang akan memberikan stabilitas lebih. Apa pun itu, jika dia mengambil langkah untuk memperbaiki situasinya saat ini karena ingin membangun kehidupan yang baik bersama kamu, dia layak kamu jadikan suami.

Bertengkar dengan adil

Pasangan tidak kebal dari pertengkaran. Namun, perbedaan antara pacar dan calon suami yang baik adalah cara dia berkelahi. Apakah dia ingin menjadi benar dan tidak akan berhenti untuk membuktikannya? Atau, apakah dia berkomitmen untuk melakukan percakapan dan diskusi, alih-alih memenuhi egonya dan ingin mengalahkanmu?

Sederhananya, orang yang ingin kamu nikahi adalah laki-laki yang berbicara kepadamu dengan kebaikan, dan menjaga perasaanmu.[]