Ekonomi

Laba Industri Melorot Walau Lockdown Dilonggarkan, China Ancang-ancang Begini!

aktivitas di pusat-pusat manufaktur utama dilanjutkan, tetapi pembatasan Covid-19 masih membebani produksi pabrik dan menekan margin pabrik


Laba Industri Melorot Walau Lockdown Dilonggarkan, China Ancang-ancang Begini!
Warga China tengah beraktivitas di tengah pandemi Covid-19 (EPA via BBC)

AKURAT.CO, Laba di perusahaan-perusahaan industri China mengalami penurunan pada Mei setelah sebelumnya juga sempat menurun tajam pada April, karena aktivitas di pusat-pusat manufaktur utama dilanjutkan. Akan tetapi, pembatasan Covid-19 masih membebani produksi pabrik dan menekan margin pabrik.

Melansir dari Reuters, Senin (27/6/2022), berdasarkan data yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional (NBS) pada hari Senin (27/6/2022) tercatat laba turun 6,5 persen dari tahun sebelumnya atau menurun 8,5 persen pada April.

Ahli statistik senior NBS Zhu Hong mengungkapkan keuntungan di sektor manufaktur turun 18,5 persen pada Mei seiring biaya peralatan manufaktur yang meningkat secara signifikan. Hingga membuat laba April turun lebih tajam 22,4 persen.

baca juga:

"Secara keseluruhan, kinerja perusahaan industri telah menunjukkan beberapa perubahan positif. Tetapi perlu dicatat bahwa pertumbuhan laba industri dari tahun ke tahun terus turun, dengan meningkatnya tekanan biaya dan kesulitan dalam produksi dan operasi," tutur Zhu.

Dengan produksi yang meningkat secara bertahap dari bulan lalu, maka penurunan laba perusahaan industri di Shanghai yang terkena dampak Covid-19 yakni pada provinsi timur Jiangsu dan provinsi timur laut Jilin serta Liaoning semuanya ikut merosot lebih dari 20 poin persentase.

Sementara itu, kendati beberapa pabrik memulai kembali operasi di kota-kota seperti Shanghai setelah lockdown namun pasar properti yang masih melemah lantaran kekhawatiran akan gelombang infeksi yang berulangpun membayangi produksi pabrik. Terlebih menimbulkan keraguan atas pemulihan ekonomi dari negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Kemudian  menurut data NBS, laba perusahaan industri tumbuh 1,0 persen tahun ke tahun menjadi 3,44 triliun yuan ($514 miliar) pada Januari-Mei atau melambat dari kenaikan 3,5 persen dalam empat bulan pertama.

Keuntungan di perusahaan manufaktur mobil menyusut 37,5 persen dalam lima bulan pertama, sedangkan untuk sektor peleburan logam besi turun 64,2 persen.

Selama periode lima bulan yang sama, pendapatan perusahaan industri tumbuh 9,1 persen menjadi 53,16 triliun yuan, melambat dari pertumbuhan 9,7 persen dalam empat bulan pertama.