Ekonomi

Laba Bersih Bank BNI Naik 73,9 Persen Jadi Rp 7,7 Triliun, Ini Penopangnya

BNI berhasil mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 73,9% secara Year on Year, menjadi Rp7,7 triliun pada Kuartal 3 2021.


Laba Bersih Bank BNI Naik 73,9 Persen Jadi Rp 7,7 Triliun, Ini Penopangnya
(Ki-ka) Direktur IT dan Operasi BNI Y.B. Hariantono, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar, Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini, dan Direktur Manajemen Risiko BNI David Pirzada (Dok Bank BNI)

AKURAT.CO PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk membukukan laba bersih mencapai Rp 7,7 triliun atau tumbuh 73,9% secara tahunan (year on year/yoy) di kuartal III-2021. Pertumbuhan tersebut didukung pendapatan berbasis komisi (fee based income/FBI) dan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII).

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menyampaikan, pencapaian kinerja perseroan pada kuartal III-2021 ini merupakan hasil positif dari upaya disiplin manajemen dan seluruh insan BNI yang senantiasa bersinergi untuk mempercepat transformasi digital dan juga menghadapi dampak negatif dari PPKM dalam rangka pengendalian pandemi Covid-19.

"Sampai dengan kuartal III-2021, BNI berhasil mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 73,9% secara year on year, yaitu dari Rp 4,3 triliun pada kuartal III-2020 menjadi Rp 7,7 triliun pada kuartal III-2021. Pertumbuhan laba ini utamanya berasal dari pertumbuhan fee based income dan net interest income masing-masing sebesar 16,8% dan 17,6% secara yoy," kata Royke pada acara BNI Public Expose Q3 2021 yang digelar virtual, Senin (25/102021).

baca juga:

Dia mengatakan, pencapaian ini juga merupakan hasil dari transformasi digital BNI yang salah satunya ditujukan untuk penguatan kapabilitas dalam transactional banking.

"BNI mencatat kinerja penghimpunan dana murah yang sangat sehat, salah satu faktor pendukung kredit yang solid," tambahnya.

Komposisi himpunan dana murah atau CASA mencapai 69,7% dari total Dana Pihak Ketiga (DPK), tertinggi dalam 10 tahun terakhir. CASA tumbuh 8% (yoy), yaitu dari Rp 431,3 triliun pada kuartal III-2020 menjadi Rp 465,7 triliun pada kuartal III-2021.

CASA mendominasi DPK yang juga tumbuh 1,4% (yoy), dari Rp 659,52 triliun pada kuartal III-2020 menjadi Rp 668,55 triliun pada kuartal III-2021. Pertumbuhan CASA tersebut berdampak pada penghematan beban bunga sebesar 10 basis points (bps) dari kuartal sebelumnya

Pendapatan Operasional sebelum Pencadangan (PPOP) tumbuh 21,0% YoY yang tercapai dengan adanya struktur pendanaan (funding) berbiaya murah yang kuat, dimana berkontribusi dalam recovery Net Interest Margin (NIM) sebesar 50 basis point YoY.

Pendapatan Bunga Bersih (NII) meningkat 17,6% YoY, yaitu dari Rp 24,39 triliun dari Kuartal 3 – 2020 menjadi Rp 28,70 triliun pada Kuartal 3 – 2021. Pertumbuhan NII ini merupakan efek pendistribusian kredit BNI yang masih tumbuh 3,7% YoY, yaitu dari Rp 550,07 triliun pada Kuartal 3 – 2020, menjadi Rp 570,64 triliun pada Kuartal 3 – 2021.