News

Kutuk Keras Pernyataan Ambroncius, Akhmad Sahal: Proses Hukum Harus Lanjut!

Kutuk Keras Cuitan Ambroncius, Akhmad Sahal: Proses Hukum Harus Lanjut!


Kutuk Keras Pernyataan Ambroncius, Akhmad Sahal: Proses Hukum Harus Lanjut!
Akhmad Sahal (Screenshot/Twitter/SahaL_AS)

AKURAT.CO, Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika, Akhmad Sahal mengutuk rasisme yang dilontarkan Ketua Umum Relawan Pro Jokowi-Amin (Projamin) Ambroncius Nababan ke Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.

"Rasisme itu tindakan hina dan menghina. Para Jokower harus lantang mengutuk rasisme ketua relawan proJamin (proJokowi Amin) ini," kata Sahal di akun Twitter @sahaL_AS yang dikutip AKURAT.CO pada Selasa (26/1/2021).

Meski Ambroncius sudah melayangkan permintaan maaf, akan tetapi menurutnya proses hukum harus tetap berjalan.

"Minta maaf oke. Tapi proses hukum harus terus. Polisi harus tegas," kata dia.

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Muannas Alaidid juga memberikan respon soal kasus dugaan rasisme yang menimpa Natalius Pigai.

"Kita diciptakan bersuku dan berbangsa untuk bekerjasama dan berbuat baik. Perbedaan itu sunatullah tapi menghina fisik sangat dilarang agama dan hukum negara," ujar Muannas di akun Twitter @muannas_alaidid.

Sebelumnya, Ambroncius Nababan angkat bicara soal dugaan postingannya yang dianggap rasis terhadap Natalius Pigai.

Ambroncius menyebut bahwa memang benar ia mengunggah hal tersebut di Facebook pribadinya. Hal ini untuk menanggapi pernyataan Natalius Pigai yang menolak vaksin corona Sinovac.

"Membaca tulisan tersebut, hati saya sangat marah karena begitu teganya ia menyerang Bapak Jokowi di saat presiden ingin membuktikan kepada rakyat Indonesia bahwa vaksin Sinovac ini aman dan halal untuk disuntik ke tubuh manusia," kata Ambroncius dalam klarifikasinya.

Klarifikasi Amroncius ini terlihat dalam akun Youtube Widjaja Tjahjadi yang dipublis pada hari Minggu 25 Januari 2021.

"Memang hak asasi manusia semua orang untuk menolak divaksin, tapi jangan ikut memprovokasi orang lain dengan narasi yang dibangun seakan-akan vaksin Sinovac ini tidak aman buat tubuh manusia," ujarnya.

Kata dia, postingan yang dibuatnya ini merupakan kritik secara pribadi kepada Natalius Pigai dan tidak ditujukan kepada masyarakat Papua.

Ia juga mengakui kritiknya sangat tajam dan meminta maaf kepada Natalius Pigai serta masyarakat Papua. "Saya meminta maaf kepada Saudara Natalius Pigai dan masyarakat Papua. Mungkin ada yang tersinggung dan menganggap saya menghina masyarakat luas, apalagi melakukan rasis," tuturnya.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co