Ekonomi

Kurs Rupiah Diam di Tempat Karena Kebijakan Lawan Corona


Kurs Rupiah Diam di Tempat Karena Kebijakan Lawan Corona
Petugas menghitung uang pecahan dolar di penukaran uang PT Masayu Agung, Jakarta, Kamis (19/3/2020). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot mengalami pelemahan. Hingga sore hari ini nilai rupiah tercatat di Rp15.890. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah stagnan pada Rabu sore (8/4/2020) di Rp16.175 pada pasar spot.  Sebelumnya, rupiah sempat melemah ke 16.250 pada pukul 15.43 WIB.

Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai stagnannya rupiah setelah melemah dipicu oleh upaya BI menanggulangi dampak virus Corona terhadap perekonomian dan peringkat baik pada obligasi domestik.

"Dengan hasil rating obligasi yang ciamik dari Moody's yang memberikan peringkat Baa2, BBB dari S&P, dan BBB dari Fitch maka Pemerintah dengan percaya diri akan menerbitkan tiga surat utang global dengan mata uang asing senilai US$ 4,3 miliar dengan tenor terpanjang 50 tahun atau setara Rp 68,6 triliun dengan kurs Rp 16.000 per US$," kata Ibrahim.

Ini adalah penerbitan terbesar dalam US bond dalam sejarah RI. Dan Indonesia juga jadi negara pertama yang menerbitkan sovereign bond sejak pandemic covid-19 terjadi.

Disamping itu, kata Ibrahim, Bank Indonesia terus melakukan strategi bauran agar bisa memberikan solusi terhadap perekonomian. Yang saat ini terus melambat akibat pandemi covid-19 yang kemungkinan akan berlangsung cukup lama dan akan menguras, baik pikiran maupun tenaga, sehingga dibutuhkan kerjasama antar lembaga guna untuk mencari solusi agar perkonomian tetap bisa stabil.

Pasar memandang apa yang dilakukan oleh pemerintah dan Bank Indonesia disaat terhimpit pandemi covid-19 cukup positif dan ini akan menambah kepercayaan modal asing kembali masuk ke pasar dalam negeri.

"Ini perlu di apresiasi oleh semua kalangan dimana Indonesia terus bertarung melawan kondisi yang serba sulit dan kemungkinan akan menjadi pemenangnya. Harus di ingat bahwa Indonesia saat ini sudah menjadi negara maju sehingga pemikiran pun harus tetap maju," kata Ibrahim.

Dalam perdagangan besok, Ibrahim memperkirakan rupiah akan melemah di level Rp16.120-Rp16.350.

Analis pasar uang PT Platon Niaga Berjangka, Lukman Leong menilai stagnannya rupiah setelah terjadi pelemahan dipicu oleh jaminan likuiditas yang diberikan oleh The Fed dan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Seperti yang diperkirakan sebelumnya, hal positif seperti jaminan likuiditas dollar oleh The Fed kepada BI membantu rupiah, sedangkan faktor PSBB di Jakarta masih ditanggapi secara mix oleh pasar, yang cenderung negatif short term namun positif long term,” kata Lukman.[]