News

Kurikulum Wajib Pancasila-Bahasa Indonesia Hilang, Syarief: Cepat Ambil Langkah Tegas!

Kemendikbud harus secepatnya mengambil langkah tegas untuk melakukan perbaikan atas Peraturan Pemerintah tersebut.


Kurikulum Wajib Pancasila-Bahasa Indonesia Hilang, Syarief: Cepat Ambil Langkah Tegas!
Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan saat membuka acara secara resmi Pegelaran Seni Budaya (PSB) dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR melalui penampilan tradisi Cianjuran 'Ngaos, Mamaos, Maenpo', di aula Gedung Kesenian Cianjur, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (3/10/2020). (DOK. HUMAS MPR RI)

AKURAT.CO, Wakil Ketua MPR RI, Sjarifuddin Hasan atau Syarief Hasan mempertanyakan hilangnya Pancasila dan Bahasa Indonesia dari mata kuliah wajib di perguruan tinggi. 

Pasalnya menurut Syarief, dalam Peraturan Pemerintah No. 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pancasila Dan Bahasa Indonesia tidak lagi dicantumkan. Pancasila dan Bahasa Indonesia wajib dimasukkan ke dalam PP SNP tersebut. 

"Perlu dipahami, merujuk pada Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi, kurikulum di jenjang perguruan tinggi wajib memuat mata kuliah Agama, Pancasila, Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia," ungkap Syarief dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/4/2021). 

Syarief Hasan memaparkan, dalam hierarki peraturan perundang-undangan, Undang-Undang (UU) memiliki kedudukan lebih tinggi dibandingkan Peraturan Pemerintah (PP). 

“Peraturan Pemerintah tidak boleh bertentangan ataupun tidak memuat hal-hal yang telah diwajibkan di dalam UU," tegasnya. 

Ia juga mengungkapkan, hilangnya mata kuliah Pancasila dan Bahasa Indonesia mesti ditindaklanjuti oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

 “Kemendikbud harus secepatnya mengambil langkah tegas untuk melakukan perbaikan atas Peraturan Pemerintah tersebut," ungkapnya.

Selain itu, Syarief menjelaskan, mata kuliah yang diwajibkan di dalam UU No. 12 Tahun 2012 telah melalui pertimbangan matang. 

Dia menuturkan, Mata kuliah Agama, Pancasila, Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia dipilih sebagai mata kuliah wajib agar mahasiswa-mahasiswa memiliki akhak dan karakter yang baik serta nila-nilai kebangsaan yang mumpuni. 

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu