Ekonomi

Kurangi Potensi Ketidakpastian Ekonomi, OJK Siapkan Kebijakan Ini

Sebagai langkah mengantisipasi potensi ketidakpastian dari pandemi OJK sudah menyiapkan beberapa langkah-langkah lanjutan berupa kebijakan countercylical

Kurangi Potensi Ketidakpastian Ekonomi, OJK Siapkan Kebijakan Ini
Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank dan Anggota Dewan Komisioner OJK, Riswinandi di Jakarta, Kamis (15/3). (AKURAT.CO/Denny Iswanto)

AKURAT.CO Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Riswinandi Idris menyampaikan bahwasanya sebagai langkah mengantisipasi potensi resiko ketidakpastian dari pandemi, pihaknya sudah menyiapkan beberapa langkah-langkah lanjutan berupa kebijakan countercylical khusunya untuk lembaga keuangan non bank (IKNB).

"Dalam rangka mengantisipasi potensi risiko ketidakpastian ekonomi akibat Covid 19 OJK dalam perkembangannya sudah menyiapkan berbagai langkah-langkah lanjutan berupa kebijakan counter cylical khusus untuk lembaga jasa keuangan non bank, dimana kebijakan ini akan terus diberlakukan hingga periode april 2023," ucapnya pada saat webinar Indonesia Financial Sector Outlook (IFSO) 2022 di Jakarta, Selasa (23/11/2021). 

Nah, lanjutnya, beberapa hal yang diatur dalam lanjutan kebijakan countercylical untuk IKNB ini antara lain yang pertama adalah pelaksanaan penilaian dalam proses pelaksanaan penilaian kemampuan dan kepatutan.

baca juga:

"Dimana melalui kebijakan ini bisa dilaksanakan secara lebih fleksibel dan disesuaikan dengan penerapan status PPKM," ucapnya

kemudian, lanjutnya, yang kedua adalah reaksi persyaratan pembiayaan modal kerja dengan fasilitas modal usaha termasuk diantaranya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Yang ketiga tentunya akan ada kesempatan dari substansi untuk pinjaman yang disalurkan melalui Platform fintech peer to peer lending. 

"Sedangkan yang keempat adalah relaksasi terkait ketentuan pelaksanaan evaluasi aktuaria oleh untuk industri dana pensiun pemberi kerja," ucapnya,

Oleh karena itu, lanjutnya, kami berharap agar penerapan kebijakan tersebut nantinya dapat menciptakan kondisi soft landing bagi para pelaku industri dan juga tentu sekaligus mencegah terjadi guncangan pada industri akibat normalisasi regulasi yang demikian drastis dalam waktu yang singkat.

"Selain itu kami juga berharap agar nantinya kebijakan countercylical ini juga dapat memberikan ruang gerak yang cukup bagi para pelaku IKNB dalam melakukan mitigasi potensi risiko normalisasi kebijakan di masa-masa yang akan datang," ucapnya.

Sebagai Informasi beberapa waktu lalu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan tren penurunan kasus COVID-19 yang terus terjadi di tanah air harus disikapi dengan optimistis namun penuh kehati-hatian.