Lifestyle

Kurang Tidur Bisa Pengaruhi Kemampuan Baca Anak

selain berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental anak, rupanya kurang tidur dan masalah tidur lainnya mempengaruhi kemampuan membaca anak


Kurang Tidur Bisa Pengaruhi Kemampuan Baca Anak
Ilustrasi anak sekolah yang sedang membac (PIXABAY.COM)

AKURAT.CO Setiap orang tua ingin anaknya lancar membaca, terutama saat berada di jenjang PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) atau TK (Taman Kanak-kanak). 

Padahal membaca merupakan keahlian tidak alami dan butuh proses tertentu agar bisa mencapainya. Selain itu, kecepatan anak dalam belajar membaca juga berbeda-beda, ada yang belajar lebih cepat, ada pula yang lebih lambat. Hal itu sering kali bukan masalah besar bagi orang tua.

Kendati demikian, banyak penelitian dilakukan untuk melihat hal apakah yang dapat meningkatkan kemampuan membaca anak. Salah satu penelitian baru menyebutkan bahwa tidur dapat meningkatkan kemampuan membaca anak.

Dilansir dari laman Moms, selain berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental, rupanya kurang tidur dan masalah tidur lainnya berdampak negatif dan mempengaruhi kemampuan membaca anak.

Hal ini berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Educational Psychology yang melibatkan lebih dari 300 anak berusia 4 hingga 14 tahun dan meminta agar para orang tuanya mengisi sebuah kuisioner terkait kebiasaan tidur anak. Tim peneliti juga melakukan tes efisiensi membaca kata pada anak.

Hasilnya, ditemukan bahwa anak-anak yang memiliki gangguan pernapasan saat tidur seperti sleep apnea, sering mengantuk di siang hari dan tidur lebih singkat dibanding anak lainnya, memiliki hasil tes yang lebih buruk.

Artinya, waktu tidur yang lebih singkat merupakan indikasi bahwa anak lebih lelah daripada yang lain. Oleh karena itu, peneliti menyatakan perlu adanya intervensi dini orangtua guna membantu anak-anak yang memiliki masalah literasi dan kesulitan tidur. 

Jadi, jika orang tua mengalami kesulitan untuk membuat anak-anak mereka tidur di malam hari, bakal ada masalah yang lebih besar lain.

Penelitian sendiri telah menunjukkan bahwa menjadi pembaca yang kuat dapat mengarah pada kehidupan yang sukses secara akademis, serta mengarah ke hasil kehidupan yang lebih baik.

Jadi, lebih baik jika membuat tidur yang cukup menjadi prioritas utama menjadi bagi orang tua, yang merasa bahwa kemampuan anaknya dalam membaca belum maksimal.