News

Kurang dari 24 Jam, Israel Kembali Tembak Mati Warga Palestina di Nablus

Kurang dari 24 Jam, Israel Kembali Tembak Mati Warga Palestina di Nablus
Tepi Barat utara, terutama Jenin dan Nablus, telah menyaksikan operasi militer Israel hampir setiap hari sejak Maret ( AFP)

AKURAT.CO, Pasukan Israel telah membunuh seorang pria Palestina di kota Nablus, di Tepi Barat yang diduduki. 

Menurut Al Jazeera, korban adalah orang kedua yang terbunuh di kota itu dan sekitarnya, dengan kasus terjadi hanya dalam kurun waktu 24 jam.

Sumber-sumber Palestina mengidetinfikasi korban sebagai pejuang Palestina, yang disebut oleh kementerian kesehatan sebagai Saed al-Koni. Al-Koni terbunuh selama konfrontasi dengan pasukan Israel di daerah Al-Taawon di Nablus. Insiden itu, yang terjadi saat fajar pada Minggu (25/9), juga menyebabkan sedikitnya dua orang terluka.

baca juga:

Militer Israel mengatakan tentaranya telah menembaki 'para tersangka bersenjata di dalam kendaraan dan sepeda motor'. Kejadian itu, menurut mereka, terjadi selama patroli rutin di dekat Nablus di Tepi Barat utara, sebuah daerah yang telah mengalami kekerasan hampir setiap hari dalam beberapa bulan terakhir.

Belum segera diketahui detail dari peristiwa berdarah tersebut. Namun, dilaporkan bahwa pada saat kejadian, ada tiga orang Palestina yang telah berencana untuk menyerang orang-orang Israel yang memasuki Makam Yusuf di dekat Nablus. 

Hal itu diungkap oleh Nida Ibrahim dari Al Jazeera, melaporkan dara Ramallah di Tepi Barat yang diduduki. Ibrahim memperoleh laporan itu dari sumber-sumber Palestina

Monumen pemakaman, sementara diketahui, berada di area yang secara resmi berada di bawah kendali Otoritas Palestina, dan di mana orang Israel memerlukan izin untuk masuk.

Serangan Israel terjadi hampir setiap hari di wilayah pendudukan, mengakibatkan puluhan kematian warga Palestina. Operasi ini berlangsung menyusul peningkatan tajam kasus serangan oleh warga Palestina terhadap pasukan Israel di Tepi Barat yang diduduki.

"Menurut laporan Israel, tahun ini saja, ada lebih dari 60 serangan penembakan, dibandingkan dengan 50 tahun lalu, dan kurang dari 10 tahun sebelumnya,” kata Ibrahim.

Koalisi pejuang yang disebut 'Sarang Singa', yang baru-baru ini muncul di Nablus, mengklaim al-Koni adalah salah satu anggotanya.

Ibrahim mengatakan dua anggota lain dari kelompok itu, yang telah bersumpah untuk melanjutkan serangannya terhadap Israel, juga terluka dalam serangan.

Seorang anggota kelompok itu, Ibrahim al-Nabulsi, telah menjadi salah satu wajah perlawanan bersenjata Palestina setelah dia dibunuh oleh pasukan Israel pada Agustus. Liontin milik al-Nabulsi kini terlihat dijual di pasar Kota Tua Nablus.

Masih tegang

Kematian Al-Koni menyusul kematian lainnya di daerah Nablus pada kemarin.

Pada hari Sabtu (24/9), seorang pengemudi Palestina dibunuh oleh pasukan Israel. Insiden ini terjadi menyusul apa yang tentara sebut sebagai 'upaya serangan serudukan', yang digambarkan warga Palestina hanyalah kecelakaan lalu lintas.

Pihak berwenang Palestina menuduh polisi Israel sengaja membunuh pria itu, yang diidentifikasi sebagai Muhammad Ali Hussein Awad, 36 tahun, dari kota Beit Ijza, Tepi Barat, dekat Yerusalem.

"Polisi Israel dengan sengaja menembak Awad, dengan tujuan membunuhnya, setelah kendaraannya bertabrakan dengan kendaraan polisi dalam kecelakaan lalu lintas," kata kementerian luar negeri Palestina pada hari Sabtu, menggambarkan korban sebagai 'warga Palestina yang tidak berdaya' dan tidak bertindak mengancam. 

Israel berada dalam siaga tinggi menjelang musim liburan Yahudi, yang dimulai pada Minggu malam dengan Rosh Hashana, atau Tahun Baru Yahudi. []