Ekonomi

KUR Sasar Alumni Program Kartu Prakerja Dinilai Jadi Kombinasi Tepat Genjot Pemulihan UMKM

Legislator: Inisiatif yang dirumuskan Menko Airlangga merupakan kombinasi yang tepat untuk mendorong pemulihan sektor UMKM yang terdampak pandemi. 


KUR Sasar Alumni Program Kartu Prakerja Dinilai Jadi Kombinasi Tepat Genjot Pemulihan UMKM
Ilustrasi Kartu Prakerja. Legislator Puteri Komarudin menilai program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menyasar alumni program Kartu Prakerja merupakan kombinasi yang tepat untuk mendorong pemulihan sektor UMKM yang terdampak pandemi.  (prakerja.go.id)

AKURAT.CO, Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Puteri Komarudin mengapresiasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menyasar alumni program Kartu Prakerja.

Menurutnya, hal itu menjadi salah satu bukti keseriusan dari Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk mengembangkan stimulus yang terintegrasi guna meningkatkan kapasitas wirausaha bagi masyarakat. 

"Dimana, ketika para alumni Program Kartu Prakerja sudah mulai membuka usaha, maka pembiayaan usaha mereka dapat ditopang melalui skema KUR dengan suku bunga yang rendah dan tanpa jaminan," ujar Puteri dalam keterangan resminya, Senin (17/1/2022).

baca juga:

Oleh karna itu, Puteri menilai, inisiatif yang dirumuskan Menko Airlangga merupakan kombinasi yang tepat untuk mendorong pemulihan sektor UMKM yang terdampak pandemi. 

Terlebih lagi, tambahnya, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) ini menjadi sangat penting untuk memperkuat sektor UMKM sebagai pilar penyangga perekonomian nasional. Apalagi sepanjang 2021, pembiayaan KUR telah mencapai Rp280,17 triliun dan diberikan kepada 7,38 juta debitur. Bahkan tahun ini, Menko Perekonomian meningkatkan alokasi pembiayaan KUR menjadi Rp373,17 triliun.

Puteri pun berharap bahwa stimulus ini dapat terealisasi secara optimal guna menggenjot pemulihan ekonomi nasional. “Tak hanya itu, selama ini program Kartu Prakerja yang dimotori oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga terbukti sukses dalam meningkatkan kompetensi usaha sekaligus berdampak mengurangi jumlah pengangguran," terangnya.

Hal ini karena program Kartu Prakerja telah memberikan manfaat kepada 5,9 juta penerima sepanjang tahun 2021. Hasil survei BPS pun menyebut 87,2 persen penerima menyatakan pelatihan lewat program ini bisa meningkatkan keterampilan kerjanya.

"Karenanya, anggaran sebesar Rp11 triliun untuk program Kartu Prakerja harus bisa dimanfaatkan secara optimal guna melanjutkan kesuksesan program ini sebagai jaring pengaman sosial dan peningkatan keterampilan usaha bagi penerimanya," urai Puteri. 

Terakhir Puteri pun berharap kedua program yang digawangi oleh Ketua Umum Partai Golkar ini dapat segera memberikan manfaat dalam upaya menopang keberlanjutan usaha masyarakat, beserta mempercepat pemulihan perekonomian, meningkatkan kesejahteraan sehingga bisa mengurangi pengangguran dan kemiskinan.[]