News

Kunker ke Jatim, Jokowi Akan Resmikan 2 Bendungan dan Tanam Padi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari ini, Selasa (30/11/2021) bertolak menuju Jawa Timur untuk melakukan kunjungan kerja.


Kunker ke Jatim, Jokowi Akan Resmikan 2 Bendungan dan Tanam Padi
Presiden Joko Widodo meninjau aktivitas panen padi di kawasan pertanian yang berada di Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (21/4/2021). (AKURAT.CO/BPMI-Setpres/Lukas)

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari ini, Selasa (30/11/2021) bertolak menuju Jawa Timur untuk melakukan kunjungan kerja.

Beberapa agenda dalam kunjungan kerja tersebut antara lain peresmian Bendungan Tugu dan Bendungan Gongseng, serta menanam padi bersama para petani di Kabupaten Trenggalek.

Jokowi beserta rombongan bertolak menuju Provinsi Jawa Timur dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 pagi ini melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Setelah tiba di Pangkalan TNI AU Iswahjudi, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Presiden dijadwalkan untuk langsung melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Trenggalek untuk meninjau sekaligus meresmikan Bendungan Tugu dan Bendungan Gongseng.

Setelah itu, Presiden Jokowi akan melakukan penanaman padi bersama para petani di Desa Buluagung, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek.

Usai kegiatan penanaman padi, Presiden Jokowi langsung kembali ke Kabupaten Magetan untuk kembali terbang ke Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

Turut mendampingi Jokowi dalam kunjungkan kerja ke Provinsi Jawa Timur adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo, serta Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Untuk diketahui, salah satu bendungan yang akan diresmikan hari ini adalah Bendungan Tugu yang berada di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Trenggalek. Waduk yang berada di samping ruas jalan nasional Trenggalek-Ponorogo tersebut dibangun Kementerian PUPR sejak Januari 2014 lalu, dengan menelan anggaran APBN Rp1,8 triliun.

Dari data Kementerian PUPR, bendungan itu memiliki kapasitas 9,3 juta meter kubik dengan luas area genangan mencapai 41,8 hektare. Proyek strategis nasional itu diproyeksikan akan mampu mereduksi potensi banjir di Trenggalek serta sebagai sarana irigasi untuk 1.200 hektare lahan.

Pembangunan bendungan itu disambut baik pemerintah daerah setempat. Bupati Trenggalek mengklaim manfaat bendungan telah dirasakan masyarakat, karena mampu mengurangi risiko banjir.

Pemerintah daerah setempat sebelumnya telah menyatakan bahwa manfaat bendungan telah dibuktikan sekitar 10 hari saat wilayahnya diguyur hujan deras selama beberapa hari. Sehingga debit air sungai mengalami peningkatan dan berpotensi banjir besar. []