Rahmah

Kunjungi PBNU, Dubes Uni Eropa Tegaskan Butuh Kehadiran NU

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket berkunjung ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Senin (24/1/2022).


Kunjungi PBNU, Dubes Uni Eropa Tegaskan Butuh Kehadiran NU
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket berkunjung ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Senin (24/1/2022). (Tangkapan Layar YouTube TVNU)

AKURAT.CO Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket berkunjung ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Senin (24/1/2022). Kunjungan tersebut disambut oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya.

Merespon kunjungan tersebut, Gus Yahya menyampaikan bahwa saat ini masyarakat Uni Eropa sangat membutuhkan kehadiran NU. Hal ini disebabkan karena NU dinilai dapat menyelesaikan berbagai masalah, khususnya berkaitan dengan ajaran Islam.

“Duta Besar (Uni Eropa) menegaskan bahwa masyarakat Eropa sendiri sebetulnya sangat membutuhkan kehadiran NU untuk berperan dalam membantu masyarakat Eropa dalam mencari jalan keluar di berbagai masalah, khususnya yang berkaitan dengan Islam di sana,” kata Gus Yahya seperti dikutip NU Online, Rabu (26/1/2022).

baca juga:

“Kita siap untuk bekerja sama dengan berbagai bidang di Eropa,” tambahnya.

Lebih lanjut, Gus Yahya menjelaskan bahwa untuk merealisasikan kerja sama antara NU dan Uni Eropa, NU akan terus melakukan komunikasi dengan pihak Uni Eropa melalui jaringan Nahdliyin.

"NU akan terus menerus berkomunikasi dengan pihak Uni Eropa karena NU juga punya jaringan di kalangan masyarakat di Eropa, akan tingkatkan kerjasama dengan mereka,” jelas tokoh kelahiran Rembang, 16  Februari 1966 itu. 

Seperti diketahui, hingga kini NU sendiri sudah memiliki Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa, seperti di Australia, Belanda, Belgia, Bulgaria, Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Hungaria, Irlandia, Italia, Jerman, Kroasia, Latvia, Lithuania, Spanyol, Ponlandia, Portugal, dan lain sebagainya. 

Sejak masih menjabat sebagai Katib Am PBNU, Gus Yahya juga pernah melakukan lawatan ke Eropa untuk mengampanyekan Islam ala NU. Sosok yang pernah menjabat sebagai Juru Bicara Presiden ke-4 Republik Indonesia itu menyinggung tantang isu radikalisme di Uni Eropa yang semakin rumit karena bersinggungan dengan berbagai persoalan seperti islamofobia, konflik antar-identitas, polarisasi politik, dan sebagainya. Artinya, NU sudah lama melakukan kerja sama dengan Uni Eropa seperti dalam mengembangkan Islam Nusantara dengan memperkuat nilai-nilai toleransi di dalamnya. []