News

Kunjungi Korsel, Nancy Pelosi Bersumpah Dukung Denuklirisasi Korut

Pelosi tiba di Korsel pada Rabu malam setelah singgah sebentar di Taiwan.

Kunjungi Korsel, Nancy Pelosi Bersumpah Dukung Denuklirisasi Korut
Ketua DPR AS Nancy Pelosi bertemu dengan Ketua Majelis Nasional Korea Selatan Kim Jin-pyo di Seoul, Kamis (4/8) (Kim Min-Hee/Pool via Reuters)

AKURAT.CO Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi telah berjanji untuk mendukung upaya denuklirisasi Korea Utara (Korut). Komitmen itu disampaikan Pelosi ketika berkunjung ke Seoul pada Kamis (4/8), di mana ia membuat pernyataan bersama dengan mitranya dari Korea Selatan (Korsel). 

Perjanjian untuk mendukung upaya pencegahan yang kuat terhadap Pyongyang dicapai usai Pelosi bertemu dengan Ketua Majelis Nasional Korsel Kim Jin-pyo. Keduanya telah menyatakan keprihatinan atas ancaman nuklir dan rudal yang berkembang dari Korut.

"Kedua belah pihak telah menyatakan keprihatinan tentang situasi mengerikan dari ancaman Korut yang semakin meningkat. Kami setuju untuk mendukung upaya kedua pemerintah untuk mencapai denuklirisasi praktis dan perdamaian melalui kerja sama internasional dan dialog diplomatik, berdasarkan pencegahan yang kuat dan diperluas terhadap Utara," bunyi pernyataan bersama yang dikeluarkan Pelosi dan Kim. 

baca juga:

Selama konferensi pers, Pelosi juga membeberkan pembahasan lain dengan Kim, termasuk cara-cara untuk meningkatkan kerja sama dalam keamanan regional dan masalah ekonomi serta iklim.

Pelosi tiba di Korsel pada Rabu malam setelah singgah sebentar di Taiwan. Kemudian pada Kamis, pejabat senior AS itu bertemu dengan para pejabat dari kedutaan AS di Seoul. Setelahnya, baru Pelosi mengadakan pembicaraan dengan Kim dan anggota parlemen Korsel lainnya.

Juga pada hari Kamis, Pelosi mengungkap rencana untuk mengunjungi Area Keamanan Bersama (JSA), yang terletak di dekat perbatasan antar-Korea yang dijaga ketat. JSA tercatat menjadi satu-satunya bagian dari Zona Demiliterisasi Korea (DMZ) di mana pasukan Korut dan Korsel berdiri berhadap-hadapan.

Nantinya Pelosi bakal berpatroli bersama dengan Komando PBB yang dipimpin Amerika dan Korut, kata seorang pejabat Korsel. Jika terlaksana, Pelosi akan menjadi pejabat tertinggi AS yang mengunjungi daerah tersebut, setelah mantan Presiden Donald Trump bertemu dengan pemimpin Korut Kim Jong un pada 2019. 

Presiden Korsel Yoon Suk-yeol, sementara itu, sedang berada pada jadwal libur minggu ini. Karenanya ia tidak akan bertemu Pelosi, tetapi akan berbicara dengannya melalui telepon pada hari Kamis, kata kantor Yoon.

Namun, media Korsel, bagaimanapun telah mengungkap spekulasi, menyebut bahwa Yoon mungkin mengabaikan pertemuan dengan Pelosi demi menghindari permusuhan dengan China. Mengingat, kunjungan Pelosi ke Taiwan sebelumnya berhasil membuat geram Beijing.