Olahraga

Kunci Keberhasilan Guardiola? Main Lebih Kalem...

Pep Guardiola mencatat hasil imbang kontra West Brom pada 15 Desember 2020 adalah titik balik Manchester City meraih gelar Liga Primer 2020-2021.


Kunci Keberhasilan Guardiola? Main Lebih Kalem...
Pep Guardiola meraih gelar Liga Primer Inggris ketiganya bersama Manchester City di musim 2020-2021.

AKURAT.CO, Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mencatat hasil imbang 1-1 kontra West Bromwich Albion di Stadion Etihad, Manchester, 15 Desember 2020 sebagai titik balik yang membuat timnya melaju kencang hingga meraih gelar Liga Primer Inggris 2020-2021 bahkan ketika kompetisi masih menyisakan tiga pertandingan lagi.

Dalam wawancara dengan mantan bek Manchester United, Rio Ferdinand, di BT Sport, Guardiola mengakui bahwa pertandingan melawan West Brom membuatnya sadar untuk kembali ke prinsip permainan umpan yang menjadi gayanya selama ini. Di pertandingan itu, Guardiola mengaku City bermain tanpa arah.

“Pada saat itu kami menyadari bahwa kami tidak brilian, semua hal berat dalam hal tidak alami, jadi kami menyesuaikan sesuatu dalam hal lebih banyak menempatkan pemain di depan kotak (permainan sendiri) terutama pada hari setelah melawan West Brom di kandang ketika kami imbang 1-1,” kata Guardiola.

“Kami berlari terlalu banyak, semua pemain tidak dalam posisi, semua pemain bergerak ke kiri ke kanan ke kiri tanpa tahu apa yang harus kami lakukan, (sedangkan) kekuatan kami adalah ketika memegang bola, semua orang kenal rekan setim di lapangan, dan itu membantu kami, membantu lebih kalem menggunakan proses.”

Sejak itu, dari peringkat kesembilan City menyapu 15 kemenangan beruntun di Liga Primer dan setelah kemenangan keenam kontra Newcastle juga di kandang mereka untuk kali pertama naik ke puncak klasemen. Sejak itu, City tak tergoyahkan dan Guardiola merengkuh gelar Liga Primer ketiganya sejalan dengan kalahnya MU atas Leicester City, Selasa (12/5) lalu.

“Dan kami hanya kembali ke prinsip dasar kami, A-B-C, itu saja. Jadi pemain sayap naik dan melebar, lebih banyak tekanan di tengah, kembali tanpa bola berlari seperti binatang dan dengan bola lebih kalem, lebih banyak umpan, pikirkan lebih tentang apa yang perlu kami lakukan ketimbang hasil,” kata Guardiola.

Sampai ke laga versus West Brom, Guardiola bahkan lebih senang dengan permainan City di musim sebelumnya meski mereka gagal mempertahankan gelar. Dengan David Silva yang ketika itu masih berada di klub, Guardiola melihat The Citizens–julukan City–bermain lebih kalem sesuai dengan yang diinginkannya.

“Sepakbola terkadang butuh beberapa jeda dan setelah itu ganti irama, jika Anda bermain dengan irama yang tinggi terus Anda tidak punya cukup (momen) untuk mengejutkan lawan dan itu yang kami lakukan,” ucap Guardiola.

“Kembali sedikit ke apa yang kami lakukan musim lalu dengan David Silva masih di sini, permainan kami lebih kalem dan sesekali mengganti irama di sepertiga akhir dan kami kembali ke prinsip tersebut, dan sisanya adalah kualitas pemain.”[]

Hervin Saputra

https://akurat.co