News

Kulon Progo Masih Tunggu Hasil PCR 75 Warga Klaster Sangon

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta masih menunggu hasil swab PCR dari 75 warga


Kulon Progo Masih Tunggu Hasil PCR 75 Warga Klaster Sangon
Petugas kesehatan dari Puskesmas Kecamatan Kembangan melakukan pengambilan lendir dengan metode swab test kepada petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) di gedung Srengseng Junction, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (22/6/2020). Swab test dan rapid test ini dilakukan secara gratis oleh Puskesmas Kecamatan Kembangan kepada warga setempat untuk mendeteksi penyebaran virus corona yang ada di kawasan tesebut (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta masih menunggu hasil swab PCR dari 75 warga Desa Hargomulyo dan Kalirejo, Kecamatan Kokap, yang merupakan Klaster Sangon.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati mengatakan perkembangan Klaster Sangon pada Sabtu (15/5) bertambah 45 pasien, sekarang masih menunggu 75 hasil swab warga Kokap yang belum keluar.

"Sampai saat ini, Klaster Sangon yang masih menunggu hasil swab PCR sebanyak 75 orang. Sehingga total Klaster Sangon sebanyak 107 orang di dua desa, yakni Desa Kalirejo dan Hargomulyo, Kecamatan Kokap," katanya di Kulon Progo, Minggu, (16/5/2021).

Adapun hasil swab massal pada Jumat (14/5) di Dusun Kadigunung sebanyak 119 orang, yakni dua positif rapid antigen, 53 positif PCR, dan 64 negatif PCR. Klaster Sangon swab PCR 75 orang, menunggu hasil laboratorium.

Lebih lanjut, Baning mengimbau masyarakat melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat, menggunakan masker dengan benar, selalu menjaga jarak satu sama lain dan sesering mungkin cuci tangan. Bila merasakan gejala demam, kehilangan indera penciuman atau pengecapan, tidak enak badan agar segera berobat dan melakukan karantina mandiri di rumah, serta meningkatkan stamina dengan makanan bergizi, istirahat cukup dan selalu gembira.

Menurut dia, kerja sama yang baik antara gugus tugas dan masyarakat akan mampu memutus rantai penularan COVID-19. Laporan dan penemuan yang terlambat akan mempercepat penularan.

"Kami juga mengharapkan masyarakat mengikuti arahan petugas, termasuk bersedia diambil swab dan melakukan karantina dengan tertib, meningkatkan partisipasi dan peran tokoh masyarakat untuk menjadi contoh dalam melaksanakan 3M dan 3 T bagi masyarakat. Jangan lupa melaporkan bila ada pendatang dari luar wilayah kepada satgas," kata Baning.

Awal klaster tersebut diketahui terjadi pada Jumat (30/4) lalu, setelah sebagian warga mengeluhkan gejala COVID-19 usai menghadiri sebuah kegiatan di salah satu mushalla.

Dari penelusuran gugus tugas di wilayah setempat, Baning menyatakan Klaster Sangon juga tidak hanya ditemukan pada jamaah yang ikut dalam kegiatan ibadah, namun juga telah menyebar ke masyarakat sekitar.

"Sehingga kami ingatkan kepada masyarakat agar melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat," ujarnya.

Dinas Kesehatan Kulon Progo, total kasus COVID-19 di wilayah itu mencapai 5.512 kasus, dengan rincian 37 isolasi rumah sakit, 703 isolasi mandiri, 4.139 selesai isolasi, 531 sembuh dan 102 meninggal dunia. []

Sumber: ANTARA

Erizky Bagus

https://akurat.co