Lifestyle

Kuil Shri Mariamman, Bukti Kehadiran India di Sumatera

Kuil Shri Mariamman di Kota Binjai, yang dibangun pada tahun 1860-an oleh imigran Tamil dari kota Thanjavur (Tanjore), Tamil Nadu di India.


Kuil Shri Mariamman, Bukti Kehadiran India di Sumatera
Kuil Shri Mariamman di Kota Binjai (Wikipedia)

AKURAT.CO, Selama berabad-abad, India telah menjadi sumber inspirasi seni dan arsitektur di Sumatera, seperti halnya di seluruh kawasan ASEAN.

Saat ini, masih ada sisa-sisa pengaruh budaya India, yang terhubung dalam bentuk bangunan, tonggak sejarah, ritual, dan adat istiadat sosial Sumatera serta berfungsi sebagai pengingat akan pengaruh budaya kuno India di bagian dunia.

Konsul Jenderal India untuk Medan, Raghu Gururaj, mengatakan bahwa perpindahan bertahap dan integrasi orang India di Sumatera menyebabkan pembangunan beberapa tempat ibadah di banyak kota di Pulau Sumatera, yang terdapat lebih dari 50 hingga 60 kuil India dengan berbagai ukuran dan keperluan di Sumatera. Adapun di Sumatera Utara sendiri bahkan ada sekitar 40 kuil. 

"Mengingat besarnya populasi asal India di Sumatera yakni sekitar 100.000-125.000, mungkin tidak salah untuk mengatakan bahwa terdapat lebih banyak candi India di Sumatera Utara per orang daripada di India," ujar Raghu Gururaj melalui keterangan pers, yang dikutip pada Minggu, (24/10).

Salah satunya, Kuil Shri Mariamman di Kota Binjai, yang dibangun pada tahun 1860-an oleh imigran  Suku Hindu Tamil dari Kota Thanjavur (Tanjore), Tamil Nadu, India. 

Secara spesifik, Kuil Shri Mariamman Binjai memiliki beberapa bagian, yakni raaja koburam, thoobi, viamaanam, karprakkiraham, arta­mandaba, dan maha mandhabam. Raaja koburam atau thoola linggam merupakan bagian yang paling penting, letaknya di atas pintu utama. Sisi ini dianalogikan sebagai bagian tubuh manusia yakni kepala. Thoobi atau khalsam, letaknya pada puncak (bubungan) di atas vinaanam.

Kemudian shanidanem merupakan ruangan yang ada di hadapan vinaanam. Di bagian inilah, para pendeta berdiri melaksanakan upacara. Berikutnya, mahandabam, sebuah ruangan yang ada di hadapan Shanidanem, digunakan umat yang datang bersembahyang. 

Lalu, vahanam, yakni wahana dewa, letaknya di hadapan shanidanem. Tiap arca suci utama memiliki wahana masing-masing.

Di kuil ini, terdapat arca beberapa guru suci di tempat-tempat tertentu, seperti Thirunyanasambadar, Thirunawakarashar, Sundara Moorthy Swamial Manika Wasagar dan guru-guru suci lainnya.

Di samping vigraram utama (arca suci utama) Ut­chava Murthy, diletakkan di suatu bagian kuil Vigraham. Vigraham tersebut biasanya dibuat dari panca logam (campuran 5 macam logam), yang khusus dilakukan setiap tahun untuk upacara khusus, diarak mengelilingi kuil.

Sementara itu, Kuil Shri Mariamman dibangun berarsitektural khusus dan khas. Bangunannya ditopang empat pilar sebagai ciri khasnya, yang tidak pernah ada di Kuil Hindu Tamil lainnya di Sumatera Utara.

Kekhususan lainnya, di area halaman terdapat sumur yang usianya sama dengan kuil itu. Hingga kini, sumur yang tidak pernah kering itu, masih menjadi sumber mata air bagi pengunjung kuil sekaligus warga sekitarnya.

Kehadiran sumur itu bermakna penting bahwa kehidupan manusia semestinya harus lengkap, antara jiwa dan raga, begitu juga sumber air yang menjadi sumber kehidupan manusia. Selain itu, terdapat sebatang pohon tua yang dikelilingi pagar khusus, yang usianya juga nyaris sama dengan kuil tersebut.

Sebuah lonceng tua warisan Pemerintahan Kolonial Belanda, masih terjaga dan disimpan di bagian inti kuil. Pada 1931, kuil itu sempat dipugar oleh Annamalai Kapitan, agar menambah nilai estetika bangu­nannya. 

Kehadiran watte namaya atau aula, persis di samping bangunan inti, sebagai tempat persing­gahan dan istirahat, menambah nilai tersendiri bagi kuil itu.

Apakah kalian tertarik berkunjung ke Kuil Mariamman di Kota Binjai? Salam dari Binjai![]