Olahraga

Kuda Hitam Asal Italia Optimistis Raih Gelar Wimbledon Tahun Ini

Pada gelaran Wimbledon tahun lalu, Berrettini mampu melangkah hingga babak final sebelum akhirnya kalah dari Djokovic.


Kuda Hitam Asal Italia Optimistis Raih Gelar Wimbledon Tahun Ini
Petenis Italia, Matteo Berrettini saat berhasil meraih trofi Queen's Club Championships (TWITTER/@Berrettini96_FR)

AKURAT.CO, Matteo Berrettini menambahkan konsistensi di level tenis teratas dengan bakat nyata. Petenis Italia itu adalah perempat finalis AS Terbuka 2021 dan semifinalis Australia Terbuka tahun ini sebelum kalah dari Rafael Nadal yang akhirnya memenangkan gelar.

Pada bulan Maret lalu ia menarik diri dari Miami Terbuka lantaran tangan kanannya yang harus dioperasi. Menahan keinginannya untuk kembali terlalu cepat, ia melewatkan musim lapangan tanah liat dan kembali beraksi di Stuttgart bulan ini.

Itu terbukti menjadi keputusan yang tepat saat ia mengalahkan Andy Murray untuk memenangkan gelar, dan kemudian diikuti dengan memenangkan gelar di Queen’s Club Championships seperti yang ia raih pada tahun lalu.

baca juga:

Petenis berusia 26 tahun itu bahkan optimistis dirinya bisa meraih gelar Grand Slam Wimbledon tahun. Hal itu bukan tanpa alasan, pada tahun Berrettini mampu melangkah hingga babak final sebelum akhirnya menyerah di tangan Novak Djokovic.

“Saya akan mengatakan bahwa saya adalah pemain yang lebih baik karena saya meningkatkan beberapa hal pada pemainan dan mental saya. Pengalaman tahun lalu juga telah membantu saya sejak saat itu,” kata Berrettini dikutip The Guardian.

“Tahun lalu saya datang ke sini memenangkan Queen’s dan saya merasa sangat percaya diri, tetapi saya tidak berpikir ‘OK, saya akan mencapai final’. (Tapi) tahun ini saya merasa bisa melakukannya lagi.”

“Kedengarannya gila, tetapi pada saat yang sala saya tahu saya bisa melakukannya (memenangkan Wimbledon). Itu akan sangat berarti dan itu pasti momen tertingi dalam karier dan hidup saya.”

Berrettini adalah petenis Italia pertama yang mampu melangkah hingga ke babak final tunggal putra di Wimbledon.

Di luar itu semua, petenis 26 tahun itu adalah salah satu dari banyak pemain yang akan sangat terpengaruh oleh keputusan ATP yang menghapuskan poin peringkat di Wimbledon menyusul larangan partisipasi terhadap pemain Rusia dan Belarusia.

Itu adalah keputusan yang tidak dia sukai, pun begitu hal tersebut tidak mempengaruhi kecintaannya pada tempat itu, juga tidak menghentikannya untuk memikirkan bagaimana rasanya memenangkan gelar tunggal putra.

“Ada sesuatu yang istimewa (tentang itu), saya bahkan tidak bisa memberi tahu Anda atau menjelaskan kepada Anda mengapa, atau apa itu. Tapi rasanya benar-benar nikmat untuk memenangkannya,” jelas Berrettini.

“Mengigat tahun lalu saya kalah di final dan hidup saya benar-benar berubah, itu akan menjadi lebih. Tapi menyenangkan untuk berpikir bahwa saya masih anak yang sama yang bermimpi bermain tenis, bermimpi bermain di turnamen ini, walaupun tidak memenangkannya.”

Datang sebagai unggulan delapan, Berettini baru akan melakoni laga perdana di Wimbledon pada Selasa (28/6) dengan menghadapi petenis Chili, Cristian Garin.[]