Lifestyle

Kubu Raya Punya Sajian Lebaran Unik, Ketupat yang Digoreng

Ketupat lemak jadi menu wajib Lebaran di Kubu Raya


Kubu Raya Punya Sajian Lebaran Unik, Ketupat yang Digoreng
Ketupat lemak dari Kalimantan Barat (INSTAGRAM/heriwatyshu27)

AKURAT.CO, Apa menu andalan kamu pada Lebaan kali ini? Ada yang menarik loh dari negeri Borneo. Ketupat lemak atau ketupat santan menjadi satu diantara menu wajib untuk merayakan Lebaran di Kubu Raya, Kalimantan Barat. Ketupat ini biasanya disajikan kepada tamu terutama keluarga dan kerabat dekat saat berkunjung dalam rangka Idul Fitri.

"Ketupat lemak memang sudah menjadi menu wajib saat Lebaran. Saat pandemi COVID-19 ini kami tetap membuat ketupat lemak namun terbatas karena hanya untuk keluarga dekat dan tetangga," ujar warga Desa Teluk Kapuas, Utin Nursida, di Kubu Raya, Jumat, (14/5).

Ia mengatakan, ketupat lemak tersebut memang sudah tradisi turun-menurun, disajikan hingga menjadi menu wajib setiap Lebaran.

"Awalnya, memang makanan khas Sanggau kemudian dibawa ke sini hingga saat ini banyak yang minat dan ikut membuatnya," kata dia.

Ketupat lemak merupakan beras ketan yang dimasukkan ke dalam daun kelapa yang sudah dianyam. Beda dengan ketupat pada umumnya, ketupat lemak ini digoreng.

"Cara masaknya direbus dengan santan hingga tenggelam, ditambah bumbu-bumbu penyedap selama enam jam hingga kering, diangkat baru digoreng dengan sisa santan yang masih tersisa, baru siap dimakan," kata dia.

Ia juga mengatakan, biasanya ketupat lemak dimakan dengan sambal nanas yang dicampur dengan tetelan sapi, kalangan anak muda juga biasanya memakannya dengan kental manis.

"Menu tersebut sering disajikan saat keluarga dan tetangga berkunjung. Pandemi saat ini pun kami masih menyiapkan menu tersebut sebagai ciri khas Lebaran, walaupun saat ini ada larangan berkerumun," ujarnya.

Menurut Utin, tradisi kunjung-mengunjungi saat ini masih tetap ada namun hanya untuk keluarga dekat dan tetangga saja dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Masih ada kunjung mengunjung, tapi hanya untuk keluarga dekat dan tetangga saja. Itupun tidak sampai ada kerumunan. Kami juga tetap mematuhi protokol kesehatan dan menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer. Bagi keluarga yang jauh terpaksa hanya panggilan video dan lainnya," katanya.[]

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co