News

Kubu Raya Maksimalkan Penggunaan GeNose, Bupati: Akurasinya Tinggi

Penggunaan GeNose C19 di Kubu Raya akan dimaksimalkan oleh pemerintah setempat


Kubu Raya Maksimalkan Penggunaan GeNose, Bupati: Akurasinya Tinggi
Petugas mendeteksi COVID-19 menggunakan alat GeNose C19 di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (24/3/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat akan memaksimalkan penggunaan GeNose C-19 untuk melakukan penelusuran dan pengetesan pada masyarakat yang kemungkinan terpapar COVID-19.

"Proses dengan GeNose ini lebih cepat, efisien, mudah dan tidak boros biaya. Makanya kita akan menggunakannya untuk melakukan penelusuran dan pengetesan terhadap masyarakat dan jika hasil GeNose ini ada yang positif, baru kita menggunakan PCR, sehingga selain lebih cepat kita juga bisa lebih hemat anggaran," kata Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, Sabtu (24/04/2021).

Saat ini, katanya, Pemkab Kubu Raya sudah menggunakan alat tersebut untuk penelusuran penumpang di dermaga yang menjadi lintasan warga mengingat alat tersebut juga sudah resmi digunakan di seluruh Indonesia terutama di fasilitas transportasi darat, laut dan udara.

Muda mengatakan bahwa langkah ini dilakukan untuk memberikan rasa nyaman dan aman kepada semua warga sehingga testing dengan GeNose ini akan dilakukan di berbagai kecamatan dan desa oleh jajaran puskesmas termasuk kepada pasien yang datang ke puskesmas.

Menurutnya, deteksi dengan GeNose-C19 memiliki akurasi yang sangat tinggi sehingga jika ditemukan ada indikasi positif, baru lah yang bersangkutan akan dites swab PCR untuk memastikan kandungan virusnya.

"Alhamdulillah, sejak kita membeli alat GeNose ini sekitar tiga bulan lalu sudah mengurangi pengambilan sampel melalui tes swab PCR karena dengan GeNose bisa menjaring lebih banyak serta lebih mudah dilakukan di tempat-tempat keramaian seperti di pusat perbelanjaan dan keramaian," katanya.

Sejak alat GeNose ini dibeli, Pemkab Kubu Raya sudah memeriksa lebih dari 5.000 ribu orang.

"Jadi sebenarnya justru Kubu Raya sudah jauh lebih cepat dan luas kinerjanya dalam proses menjaring dan mendeteksi penyebaran COVID-19 jika dibandingkan kalau gunakan sistem ambil sampel dengan swab apalagi hasilnya juga memakan waktu lama sehingga kurang efisien dari segi anggaran biayanya," tuturnya.[]

Sumber: ANTARA

Erizky Bagus

https://akurat.co