News

Kubu Puan Capres Lebih Dominan di PDIP, Pengamat: Sangat Mungkin Terjadi karena...

Pengamat Politik Ray Rangkuti menilai sangat masuk akal apabila banyak kader PDIP yang loyal dengan Puan Maharani dibandingkan Ganjar Pranowo.


Kubu Puan Capres Lebih Dominan di PDIP, Pengamat: Sangat Mungkin Terjadi karena...
Ketua DPR terpilih Puan Maharani pidato pertama dalam rapat paripurna masa sidang pertama di gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019). Ketua dan Wakil Ketua DPR 2019-2024 dipilih berdasarkan hasil Pileg 2019. Partai yang berhak mendapat kursi pimpinan DPR adalah PDIP, Golkar, Gerindra, NasDem, dan PKB. PDIP berhak mendapatkan jatah kursi Ketua DPR karena keluar sebagai pemenang Pemilu 2019. Puan Maharani resmi menjadi Ketua DPR periode 2019-2024. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Pengamat Politik Ray Rangkuti menilai sangat masuk akal apabila banyak kader PDIP yang loyal dengan Puan Maharani dibandingkan Ganjar Pranowo, dalam hal sebagai salah seorang capres yang akan diusung pada Pilpres 2024.

Menurutnya, hal itu sangat mungkin terjadi. Sebab, adanya tekanan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kepada kadernya untuk tegak lurus mendukung dan menyukseskan capres berdasarkan keputusannya.

"Kalau di PDI-Perjuangan sih sangat logic sangat mungkin terjadi apalagi misalnya disertai dengan berbagai tekanan (dari Ketua Umum) misalnya mengatakan kader ini loncat-loncat (tidak patuh) keluar saja (dari partai)," kata Ray kepada AKURAT.CO, pada Sabtu (25/6/2022).

baca juga:

Oleh karena itu, kata Ray, pilihan para kader berdasarkan hati nuraninya akan tetap kalah dengan keputusan partai. Alhasil, tak jarang dari mereka pun yang pada akhirnya memilih mundur.

"Itu kan secara psikologis kader-kader yang sebelum ini memiliki minat untuk mendukung kader-kader yang selama ini mungkin sedang dipopulerkan oleh PDIP Perjuangan akan mundur juga," ujar Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) itu. 

Adapun, kata Ray, bukan sesuatu yang mengherankan apabila ada kader yang tiba-tiba mengencangkan dukungannya kepada Puan meski sebelumnya enggan ditanya perihal sikap partai.

"Jadi itu enggak terlalu mengherankan kalau kemudian apalagi kalau ada situasi di mana terlihat dukungan dari elit terhadap Mbak Puan itu semakin kencang," tukas dia. []