News

Kubah Lava Tengah Merapi Bertumbuh, Rekomendasi Bahaya Diperbarui

BPPTKG menyebut dua kubah lava yang ada di Gunung Merapi terus bertumbuh. Rekomendasi potensi daerah bahaya erupsi pun diperbarui.


Kubah Lava Tengah Merapi Bertumbuh, Rekomendasi Bahaya Diperbarui
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran, Selasa (2/3/2021) pagi (Dok. BPPTKG)

AKURAT.CO, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut dua kubah lava yang ada di Gunung Merapi terus bertumbuh. Rekomendasi potensi daerah bahaya erupsi pun diperbarui.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida menerangkan, kubah lava tengah kawah memang belum bisa dipastikan volumenya. Kendati terpantau adanya pertumbuhan.

"Untuk volumenya ini hanya perkiraan saja, kalau 5 meter ya bertambahnya (volume) sekitar 200an ribu (meter kubik)," kata Hanik dalam siaran BPPTKG yang ditayangkan secara daring, Jumat (5/3/2021).

BPPTKG kesulitan menerbangkan drone untuk mengukur volume kubah lava dikarenakan adanya embusan angin kencang yang mencapai 30-60 km per jam.

Adapun kubah lava ini pada tanggal 1 Maret kemarin teramati melalui pos Deles bertambah tingginya menjadi 45 meter. Selain itu muncul titik api diam.

"Ini menandakan bahwa ada magma yang bergerak dari dalam menuju ke permukaan," ujarnya.

Hanik melanjutkan, bahwa kubah lava pada bagian tengah kawah terus tumbuh. Aktivitas pijaran dan guguran lava sudah bisa teramati dari lereng, sehingga memungkinkan adanya potensi guguran dan awan panas ke arah Kali Gendol.

BPPTKG dengan adanya hal ini merekomendasikan potensi bahaya guguran lava dan awan panas pada sektor Sungai Gendol sejauh 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Sementara kubah lava di sisi barat daya terpantau masih terus tumbuh dengan volumenya saat ini yang mencapai 711 ribu meter kubik. Laju pertumbuhannya sejak 4 Januari hingga 5 Maret adalah sebesar 13.900 meter kubik. 

"Kemudian untuk per hari ini ratenya 8.300an (meter kubik)," papar Hanik.

Potensi bahaya erupsi yakni sejauh 5 kilometer dari puncak Merapi ada pada sektor selatan-barat daya. Meliputi, Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

"Hujan abu juga sudah sering terjadi di sekitar Gunung Merapi. Masyarakat dan pemerintah daerah agar mengantisipasi bahaya lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi," pesan Hanik.

BPPTKG sejauh ini masih mempertahankan status Siaga (Level III) pada Merapi.

BPPTKG merekomendasikan penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Merapi dalam KRB III untuk dihentikan. Selain itu, pelaku wisata diimbau tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III Merapi termasuk kegiatan pendakian ke puncak Merapi.[]