Entertainment

Kuasa Hukum Minta Hukuman untuk Askara di Rehabilitasi Bukan Penjara

Menurut Kuasa Hukum, Askara hanyalah korban


Kuasa Hukum Minta Hukuman untuk Askara di Rehabilitasi Bukan Penjara
Nindy Ayunda saat menjadi saksi dalam sidang narkoba dan senpi Askara Parasady Harsono di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin (26/4) (Akurat.co, Agussalim)

AKURAT.CO, Kuasa hukum Askara Parasady Harsono, Rangga Alfianto menilai tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama satu tahun penjara itu terlalu berat. 

Rangga mengatakan JPU menuntut terdakwa dengan rendah dalam perkara penyalahgunaan narkoba dan kepemilikan senjata api ilegal yang menjerat Askara. 

Ia berharap kliennya mendapatkan hukuman seringan-ringannya, dan bisa direhabilitasi untuk menghilangkan ketergantungan terhadap narkoba. 

Rangga bilang, permohonan agar bisa direhabilitasi itu nantinya akan disampaikan dalam nota pembelaan atau pledoi pada sidang yang akan datang. 

Bahkan, Askara juga nantinya bakal menyampaikan pledoinya sendiri secara terpisah. 

"Iya, nggak ada (penjara). Bagaimanapun itu klien kami adalah korban dari penyalahgunaan narkoba," kata Rangga usai sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin (10/5/2021).

Rangga mengatakan bahwa pihaknya tidak keberatan dengan tuntutan JPU terhadap terdakwa.

Sebab, Rangga menilai kliennya adalah korban saja. Sehingga menurut Rangga, seharusnya hukumannya di panti rehabilitasi. 

"Tugas kami adalah melakukan pembelaan terhadap klien kami untuk memberikan yang terbaik," ucap Rangga. 

Diketahui, dalam sidang hari ini, terdakwa Askara dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 1 tahun hukuman penjara dan dipotong masa tahanan.

Jaksa menilai mantan suami penyanyi Nindy Ayunda itu terbukti bersalah melakukan penyalahgunaan narkoba dan memiliki senjata api ilegal.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun dipotong masa penahanan sementara dengan perintah terdakwa tetap dalam tahanan," kata JPU Asep dalam  persidangan.  

Sebelumnya, Askara Parasady Harsono ditangkap pada 7 Januari 2021 di kediamannya, di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan.  

Dalam penggeledahan, polisi mengamankan beberapa butir psikotropika Happy Five.

Selain itu, dia juga kedapatan memiliki senjata api ilegal jenis Baretta Kaliber 365 di dalam kamar serta puluhan butir peluru. Senjata api itu ditemukan di dalam brankas yang ada di kamarnya.

Askara juga tersandung kasus KDRT yang dilaporkan Nindy Ayunda ke Polres Jakarta Selatan. Namun statusnya belum menjadi tersangka.[]

Riandar Fata Hudaya

https://akurat.co