News

Kuasa Hukum Lukas Enembe Kirim Surat ke KPK Minta Berobat di Singapura

Kuasa Hukum Lukas Enembe Kirim Surat ke KPK Minta Berobat di Singapura
Kuasa Hukum Gubernur Papua, Petrus Bala Pattyona di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (28/11/2022). (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO Kuasa Hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, Petrus Bala Pattyona datang ke Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini, Senin (28/11/2022) untuk mengirimkan surat. Petrus menjelaskan surat dikirimkan kepada KPK untuk memberikan informasi terkait kesehatan kliennya itu.

"Jadi perkembangan terkini mengenai kondisi Pak Lukas, sudah semakin memburuk dalam tiga hal penyakit beliau ginjal ya, paru sama strokenya sehingga dokter-dokter di Singapura sudah mengirim rekomendasi yang intinya bahwa pak Lukas Enembe harus dibawa ke Singapura," ucap Petrus kepada wartawan di markas KPK, Senin (28/11/2022).

Petrus menyebut kondisi kliennya itu makin memburuk. Ia bahkan mengatakan jika kondisi kesehatan kliennya tersebut diabaikan dalam sepekan ke depan bisa memberikan dampak terburuk terhadap kesehatan dari Lukas.

baca juga:

"Kalo dibiarkan satu minggu terakhir nanti keadaan akan sangat memburuk, dan bisa terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, sehingga hari ini juga kami sudah memasukan surat meminta supaya KPK mengizinkan bapak Lukas bisa ke Singapura, ke rumah sakit disana," ungkapnya.

Petrus berharap pihak lembaga antirasuah dapat segera merespons surat yang telah dikirimkan tersebut. Sehingga, kata dia, Lukas dapat segera mendapatkan penanganan medis. 

Petrus juga menyampaikan tim dokter dari Lukas yang ada di Jayapura bakal melakukan pendampingan pengobatan jika telah mendapatkan restu dari KPK. Meski begitu, ia mengaku tak mempermasalahkan jika memang lembaga antirasuah menturut sertakan tim dokternya untuk ikut ke Singapura.

"Kita lihat saja apakah dokter dari KPK mau disertakan, kita terbuka. Karena awalnya kami datang meminta supaya bisa diklarifikasi, dikonfirmasi keterangan dokter pribadi pak Lukas, dokter KPK, dokter IDI, mereka sudah datang kesana, kita sama-sama bersama menemani mereka, dan mereka menyaksikan kondisi beliau sendiri," ungkapnya.

Petrus mengungkapkan pihaknya sedia untuk menunggu hasil keputusan terkait dokter mana sajakah yang akan mendampingi Lukas untuk berobat di Singapura. Sebab, kata Petrus, secara etik yang dapat menentukan dan melakukan koordinasi terkait hal tersebut adalah mereka.

"Kita tidak bisa mencampuri profesi mereka yang secara etik mempunyai aturan-aturan dan apa? saling percaya kan ada," tuturnya.