News

Kuasa Hukum HRS Siapkan Bukti untuk Lawan Polri di Praperadilan

Kuasa Hukum HRS Siapkan Bukti untuk Lawan Polri di Praperadilan


Kuasa Hukum HRS Siapkan Bukti untuk Lawan Polri di Praperadilan
Kuasa hukum mewakili sidang gugatan praperadilan atas nama Muhammad Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, (4/1/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab  telah mempersiapkan bukti-bukti untuk melawan Polri sebagai termohon dalam sidang gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). 

Diketahui, Habib Rizieq mengajukan gugatan untuk kedua kalinya terkait sah atau tidaknya penangkapan dan penahanan.  

Pengacara Rizieq Shihab, Alamsyah Hanafiah menilai penangkapan dan penahanan terhadap kliennya itu tidak sah secara prosedur dan cacat hukum.  

"Kami siapkan permohonan dengan melampirkan 2 alat bukti, yaitu surat penangkapan dan surat penahanan. Kedua surat itu didasari dengan 2 surat perintah penyidikan," kata Alamsyah kepada wartawan di PN Jaksel, Jakarta, Senin (1/3/2021).

Menurut dia, penangkapan Habib Rizieq tidak sah dan cacat hukum, karena adanya dua surat perintah penyidikan. Padahal, surat perintah penyidikan itu sesuai KUHAP dan Protap Kapolri hanya diatur satu surat saja.  

Dengan demikian, kata dia, adanya dua surat perintah penyidikan itu membuat kerancuan dan menjadi tanda tanya tentang asal mula penangkapan dan penahanan terhadap Habib Rizieq. Maka dari itu, penyidikan kasus kerumunan yang menjerat Habib Rizieq terkesan dipaksakan.  

"Kami persoalkan secara hukum administrasi karena cacat hukum dan itu dipaksakan dengan dua surat perintah penyidikan. Lalu ditambah pasal tentang berkerumun, dan diadopsi lagi pasal 160 tentang  penghasutan. Padahal di pasal 93 tak ada tentang penghasutan, adanya berkerumun tentang protokol kesehatan," ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pada persidangan berikutnya, bukti tersebut bakal dihadirkan di persidangan dan diserahkan ke majelis hakim. 

Untuk diketahui, sidang akan kembali digelar pada Senin (8/3/2021) pekan depan. Sidang dengan agenda pembacaan permohonan surat gugatan. []

Bayu Primanda

https://akurat.co