Ekonomi

Kuartal II 2022, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,44 Persen

Kinerja perekonomian pada April-Juni tersebut diraih di tengah perlambatan ekonomi dan meningkatnya risiko resesi di banyak negara.

Kuartal II 2022, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,44 Persen
Kepala BPS Margo Yuwono (Tangkapan Layar)

AKURAT.CO, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2022 saat ini telah tumbuh mencapai 5,44 persen, lebih tinggi dibandingkan kuartal I 2021 lalu yang tumbuh sebesar 5,01 persen.

Kepala BPS Margo Yuwono menjelaskan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua bila dibandingkan dengan kuartal I atau q to q tumbuh sebesar 3,72 persen, sedangkan pada kuartal II 2021 year on year tumbuh 5,44 persen.

Sedangkan produk domestik bruto atas dasar harga berlaku pada kuartal kedua mencapai 4.919,9 triliun. Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan mencapai Rp 2.923,7 triliun. 

baca juga:

Kinerja perekonomian pada April-Juni tersebut diraih di tengah perlambatan ekonomi dan meningkatnya risiko resesi di banyak negara. 

"Perekonomian Indonesia yang cukup baik, terjadi di tengah perekonomian global yang saat ini menghadapi sejumlah tantangan pada semester pertama tahun ini, terutama tekanan inflasi di beberapa negara," jelas Margo Yuwono

Tekanan inflasi di beberapa negara yang cukup tinggi, seperti Uni Eropa yang mencapai 9,6 persen, Inggris 8,2 persen, Amerika Serikat 9,1 persen dan Korea Selatan 6,1 persen. Dilain sisi Indonesia pada Juli 2022 mencatatkan inflasi sebesar 4,94 persen, sedangkan inflasi Cina hanya 2,5 persen. 

Ia juga menambahkan bahwa hasil survei Bloomberg menyampaikan kondisi dunia sedang tidak baik, karena ada 15 negara yang disurvei terdampak resesi.

"Kita berada di posisi kedua paling bawah dengan probabilitas 3 persen," ujarnya. 

Margo mengatakan, Indonesia mendapatkan berkah atau windfall dari kenaikan harga komoditas di pasar global. Beberapa negara mitra dagang Indonesia memang sedang terjadi dan alami perlambatan, bahkan kontraksi ekonomi seperti Amerika Serikat dan China. Kedua negara tersebut merupakan mitra dagang Indonesia.