Ekonomi

Kualitas Gabah Anjlok, Pemerintah Harus Fasilitasi Pengadaan Mesin Pengering

Kualitas Gabah Anjlok, Pemerintah Harus Fasilitasi Pengadaan Mesin Pengering
Petani mengayak gabah kering hasil panen di Kampung Budaya Sindang Barang RW 08, Desa Pasir Eurih, Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/9/2020). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) menilai harga gabah petani turun di bawah Harga Pokok Penjualan (HPP). Hal ini disebabkan oleh sulit terserapnya gabah petani yang turun kualitas akibat musim hujan.

Menurut Ketua Umum Perpadi Sutarto Alimoeso, permasalahan utama adalah kemampuan penggilangan di Indonesia tak mampu menyerap gabah basah petani. Alhasil, harganya pun menjadi turun.

Menurut catatannya, sekitar 94% penggilingan di Indonesia merupakan skala kecil yang ada di desa-desa.

baca juga:

Rata-rata penggilingan tersebut tak memiliki alat pengering gabah yang memadai, sehingga memengaruhi harga gabah.

"Pemerintah harus tahu ada permasalahan mendasar yaitu keterbatasan mesin pengering yang ada di lapangan, itu yang kita usulkan mesin pengering ini," katanya saat dihubungi Akurat.co, Jakarta, Rabu (24/3/2021).

Menurutnya, pemerintah harus menyelesaikan masalah tersebut untuk solusi jangka panjang dengan memberikan kredit murah pada penggilingan kecil untuk membeli mesin pengering.

"Ini jika tak diselesaikan, maka seperti perdebatan "telur dan ayam". Sekarang ini sih syukur sudah mulai musim kering, harganya bakal sedikit naik, dan kualitas mulai meningkat," katanya.

Seperti diketahui, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan pemerintah tidak akan melakukan impor beras saat panen raya.

Namun di sisi lain, Lutfi mengakui adanya penurunan kualitas gabah dari petani sehingga Bulog kesulitan menyerap hasil produksi dalam negeri dan menyebabkan stok beras terbatas.

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu