Mukhamad Misbakhun

Penggemar Sepakbola / Anggota Komisi XI DPR RI
Olahraga

Kualitas Daya Juang Asia Berkelas Dunia dari Jepang dan Korea Selatan

Kualitas Daya Juang Asia Berkelas Dunia dari Jepang dan Korea Selatan
Pemain Jepang merayakan gol pertama yang dicetak oleh Ritsu Doan ke gawang Jerman di Piala Dunia 2022, Rabu (23/11). (Twitter/FIFAWorldCup)

AKURAT.CO  - Ada beberapa pertandingan di FIFA World Cup Qatar 2022 bisa menjadi simbolisasi sebuah negara bagaimana kualitas sumber daya manusia dan membangun sebuah team work dengan kelas dan kualitas dunia.

Konfederasi Sepak Bola Asia, AFC diwakili oleh 5 negara dengan proses kualifikasi yaitu Arab Saudi, Iran, Jepang, Korea Selatan dan Australia. Ada Qatar yang masuk dengan hak eksklusifnya sebagai tuan rumah. 

Fase penyisihan grup ada pertandingan kejutan dari wakil Asia yaitu Saudi Arabia yang pada laga pertama mengalahkan Argentina dengan skor 2-1, tapi kemudian kemenangan tersebut tidak berlanjut pada pertandingan berikutnya. Seperti halnya Iran juga bisa mengalahkan Wales 2-0 pada fase  pertandingan kedua penyisihan grup. Selebihnya adalah pertandingan yang dimainkan oleh tuan rumah Qatar yang kalah 3 kali dalam fase penyisihan grup. Walaupun timnya kurang bagus, tapi hadirnya Qatar sebagai tuan rumah piala dunia memberikan standar baru yang tinggi pada kualitas infrastruktur sepak bola yang sulit disaingi oleh negara manapun sebagai tuan rumah dan hospitality yang khas Timur Tengah. 

baca juga:

Saya tidak ingin membahas Australia sebagai ‘pengungsi’ AFC yang datang dari zona konfederasi CONCACAF karena misi pengungsiannya bisa membuat Australia mendapatkan jatah tiket tim dari Asia untuk mereka bisa masuk ke piala dunia.

Ada pelajaran yang bisa kita petik dari perjalanan Tim Nasional Jepang dan Tim Nasional Korea Selatan di fase penyisihan grup menuju babak knockout 16 besar. 

Jepang pada laga pembuka bisa mengalahkan tim raksasa Eropa dengan tradisi sepak bola yang kuat Jerman dengan skor 2-1. Tertinggal satu gol di babak pertama tapi di penghujung akhir pertandingan bisa membalik keadaan menjadi 1-2. Pertandingan yang sangat berkelas, baik dari sisi skill, daya tahan fisik yang prima memainkan sepak bola tempo tinggi maupun taktis dan strategi pola permainan yang dimainkan di lapangan. Tidak banyak tim yang bisa mengalahkan Jerman yang pernah juara dunia dan punya martabat kasta tinggi di sepak bola dunia apalagi dalam turnamen sekelas piala dunia. Tapi Jepang melakukannya. Negara Asia dengan tradisi sepak bola yang baru dibandingkan dengan Eropa atau Amerika Latin yang lebih dahulu membangun tradisi sepak bola dengan kompetisi liga yang berkualitas. 

Jepang pada pertandingan kedua fase grup kalah melawan Costa Rica 0-1. Walaupun permainan Jepang sangat bagus tapi hasil akhirnya yang tidak bagus bagi mereka. 

Di pertandingan terakhir fase penyisihan grup, Jepang bertemu tim kuat Eropa lainnya, Spanyol. Kembali Jepang menunjukkan kelas dan kualitas permainan nya. Tertinggal gol heading Morata di awal babak pertama, Jepang membalas dengan gol tendangan keras Doan yang gagal ditepis kiper Spanyol membuat skor menjadi 1-1. Gol kedua dan sekaligus menjadi gol kemenangan Jepang melalui proses yang menjadi bukti kombinasi antara daya juang, daya tahan, kecerdasan dan skill yang dimiliki oleh pemain Jepan ketika bola menyusur hampir meninggalkan garis batas lapangan tapi bisa dijadikan umpan tarik ke tengah gawang yang tunggu diolah pemain Jepang lainnya, Tanaka. Menggunakan lututnya, Tanaka membuat gol untuk Jepang. Kontroversi bola keluar terjadi. Melalui drama VAR, gol itu disahkan oeh wasit karena dengan menggunakan teknologi bisa diukur secara presisi posisinya apakah bola sudah 100 persen di luar area permainan atau tidak. Jepang menang 2-1 dan menjadi juara grup. 

Demikian halnya dengan Korea Selatan. Pada pertandingan pertama melawan salah satu tim kuat dari Amerika Latin dan pernah juara dunia, Uruguay hasilnya 0-0 dan ini juga melalui pertandingan yang sangat keras di lapangan walaupun kartu kuningnya hanya keluar satu biji untuk setiap tim.