News

KTT ASEAN ke-39, Jokowi: Rivalitas Kekuatan Besar Makin Mengemuka

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan ASEAN benar-benar dapat menjadi lokomotif stabilitas dan kesejahteraan kawasan.


KTT ASEAN ke-39, Jokowi: Rivalitas Kekuatan Besar Makin Mengemuka
Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidato dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-38 dan 39 yang digelar secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (26/10/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan ASEAN benar-benar dapat menjadi lokomotif stabilitas dan kesejahteraan kawasan. Meskipun, tahun ini bukan merupakan tahun yang mudah bagi ASEAN.

“Kita hidup dalam situasi yang sangat dinamis, di mana rivalitas antara kekuatan besar menjadi makin mengemuka,” ujar Jokowi ketika menghadiri KTT ASEAN ke-39 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (26/10/2021). 

Jokowi juga meminta agar ASEAN tidak hanyut dengan jargon-jargon yang membuat terlena. 

“Kita harus bekerja keras untuk memperkuat kesatuan dan sentralitas ASEAN. Kita harus segera memperkuat kapasitas dan efektivitas kelembagaan ASEAN,” katanya. 

Oleh karena itu, Gugus Tugas Tingkat Tinggi yang akan mulai bekerja tahun depan dalam mengembangkan Visi ASEAN pasca-2025 juga perlu membahas rekomendasi penguatan ASEAN. Indonesia berharap, ucap dia, pada akhir tahun depan dapat menerima rekomendasi tersebut serta mengambil keputusan untuk penerapannya tahun 2023. 

“Dengan demikian, ASEAN akan siap dan segera lepas landas untuk mewujudnyatakan Visi Baru pasca-2025. Indonesia telah menyampaikan concept paper bagi pembahasan mengenai penguatan ASEAN. Saya sangat menghargai dukungan para pemimpin ASEAN terhadap inisiatif Indonesia ini,” kata Presiden. 

Hal lain yang disampaikan Presiden Jokowi dalam KTT ini adalah bahwa ASEAN sangat berharap demokrasi melalui proses yang inklusif dapat segera dipulihkan di Myanmar. Sebab, rakyat Myanmar memiliki hak untuk hidup dalam damai dan sejahtera. 

Jokowi mengingatkan kembali saat ada pertemuan Leaders’ Meeting di Jakarta pada 24 April lalu, dirinya melihat optimisme sebagai satu keluarga, ASEAN akan dapat membantu Myanmar keluar dari krisis politiknya. Ini adalah komitmen keluarga untuk membantu anggota keluarganya. 

“Sayangnya, uluran tangan keluarga ini tidak disambut baik oleh militer Myanmar. Akses yang diminta oleh Utusan Khusus ASEAN sampai saat-saat akhir KTT masih belum diberikan oleh militer Myanmar,” ucap Presiden.