News

KTT Arab-China Dimulai, Xi Jinping Disambut Mohammed bin Salman di Istana Riyadh

KTT Arab-China Dimulai, Xi Jinping Disambut Mohammed bin Salman di Istana Riyadh
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menyambut Presiden China Xi Jinping di Istana al-Yamamah, Riyadh. (Twitter/spagov)

AKURAT.CO Delegasi Arab mulai berdatangan di Riyadh, Arab Saudi, pada Kamis (8/12) untuk berpartisipasi dalam KTT Arab-China untuk Kerja Sama dan Pembangunan.

Dilansir dari Arab News, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi dan delegasinya termasuk yang pertama tiba. Mereka disambut di Bandara Internasional King Khalid oleh oleh Wakil Gubernur Riyadh Pangeran Mohammed bin Abdulrahman bin Abdulaziz, Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit, dan pejabat senior lainnya.

KTT Arab-China Dimulai, Xi Jinping Disambut Mohammed bin Salman di Istana Riyadh - Foto 1
Saudi Press Agency

Putra Mahkota Kuwait Misha al-Ahmad al-Jaber al-Sabah juga telah mendarat di Riyadh untuk berpartisipasi dalam KTT Arab-China dan Teluk-China yang akan diadakan selama kunjungannya.

baca juga:

Sementara itu, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menyambut Presiden China Xi Jinping di Istana al-Yamamah, tempat diadakannya upacara resmi di Riyadh. Xi tiba di Arab Saudi pada Rabu (7/12) dan akan berada di kerajaan itu selama 3 hari.

Orang nomor satu di China ini diundang oleh Raja Salman untuk menghadiri KTT Saudi-China yang akan berlangsung hingga Jumat (9/12). Ia juga akan menghadiri 2 konferensi lainnya di Riyadh, yaitu KTT Teluk-China untuk Kerja Sama dan Pembangunan serta KTT Arab-China untuk Kerja Sama dan Pembangunan.

KTT Arab-China Dimulai, Xi Jinping Disambut Mohammed bin Salman di Istana Riyadh - Foto 2
Twitter/spagov

Menurut Aboul Gheit, KTT Arab-China di Riyadh menambah momentum bagi hubungan dan mencerminkan kemauan politik pihak Arab dan China. Ia pun berharap KTT semacam ini diadakan berkala untuk menjaga momentum hubungan ersebut.

Pembentukan Forum Kerja Sama Negara-negara Arab-China berkontribusi dalam menciptakan terobosan nyata dalam kerja sama Arab-China.

"Kedua pihak kini memiliki lebih dari 20 mekanisme kerja sama di berbagai bidang, baik politik, ekonomi, budaya, media, dan pembangunan," tambah Aboul Gheit.

Ia mencatat hubungan ekonomi antara kedua pihak terus meningkat. Volume perdagangan antara China dan negara-negara Arab pun naik menjadi sekitar USD 330 miliar pada 2021 dari sekitar USD 36 miliar pada saat forum dibentuk.

Sekjen juga meninjau aspek kerja sama antara pihak Arab dan China selama pandemi Covid-19 dan upaya mereka dalam menghadapi pandemi ini.

"Kita semua tahu bahwa krisis menguji persahabatan sejati antara bangsa dan negara. Selama pandemi, menurut saya, China dan negara-negara Arab telah berhasil, terutama karena kita telah menyaksikan pertukaran dukunga yang jelas antara kedua pihak dalam menghadapi pandemi Covid-19," pungkasnya. []