Ekonomi

KSSK Sebut Stabilitas Sistem Keuangan Triwulan III 2021 Normal

Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kondisi stabilitas sistem keuangan indonesia pada kuartal III 2021 berada dalam kondisi normal.


KSSK Sebut Stabilitas Sistem Keuangan Triwulan III 2021 Normal
Konferensi Pers Laporan Sistem Stabil Keuangan Triwulan IV 2018 oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Selasa (29/1/2019). (AKURAT/Siti Nurfaizah )

AKURAT.CO Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kondisi stabilitas sistem keuangan indonesia pada kuartal III 2021 berada dalam kondisi normal.

Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) triwulan III 2021 dalam kondisi normal seiring penurunan signifikan kasus Covid-19,” katanya dalam konferensi pers KSSK, Rabu (27/10/2021).

Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyepakati komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi guna menjaga SSK dan momentum pemulihan ekonomi dalam Rapat Berkala KSSK IV tahun 2021 yang diselenggarakan pada Senin, 25 Oktober 2021, melalui konferensi video.  

Lebih lanjut, Menkeu menjelaskan bahwa ekonomi nasional berlanjut, didukung oleh keberhasilan penanganan Covid-19. Kasus harian Covid-19 terus menunjukkan penurunan sejak awal Agustus 2021.

Perkembangan tersebut mendorong pelonggaran pemberlakuan pembatasan aktivitas masyarakat (PPKM) sehingga aktivitas ekonomi mengalami pemulihan bertahap.

“Pulihnya aktivitas ekonomi tercermin pada perkembangan beberapa indikator dini hingga September 2021 yang menunjukkan perbaikan, antara lain Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur kembali berada pada zona ekspansif di level 52,2, meningkatnya mobilitas penduduk, indeks belanja masyarakat, penjualan kendaraan bermotor, penjualan semen, serta konsumsi listrik sektor industri dan bisnis,” jelasnya.

Sementara itu, laju inflasi terkendali di level 1,60 persen (yoy). Dari sisi eksternal, surplus neraca perdagangan terus berlanjut di bulan September 2021, mencapai USD4,37 miliar atau secara akumulatif Januari–September telah mencapai USD25,07 miliar.

Posisi cadangan devisa berada pada level USD146,87 miliar, atau setara dengan 8,9 bulan impor barang dan jasa. Perkembangan positif tersebut tidak terlepas dari upaya penguatan sinergi dan koordinasi kebijakan antara Pemerintah, BI, OJK, dan LPS dalam rangka menjaga SSK serta akselerasi pemulihan ekonomi nasional.

Menkeu Sri Mulyani juga membeberkan alokasi belanja dari keuangan negara. Yang salah satunya adalah untuk mendorong penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi masyarakat.

Melalui penetrasi bantuan pemerintah kepada masyarakat, hal itu disebut mampu mendorong kekuatan pelaku usaha untuk bisa bertahan. Sehingga pada penerapan PPKM, masih ada usaha yang tetap bertahan sehingga setelah penurunan kasus, aktivitas masyarakat bisa kembali bergerak.

Hal itu juga Dipandang berpengaruh positif terhadap kegiatan ekonomi yang berkontribusi pada penerimaan negara.

“Hingga september 2021, pendapatan negara mencatat Rp 1.354,8 triliun, ini berarti 77 persen dari target APBN, pendapatan negara ini mengalami pertumbuhan 16,8 persen yoy, terutama ditopang oleh meningkatnya penerimaan pajak yang tumbuh 13,2 persen sampai akhir September 2021,” katanya.

Sementara itu, dari sisi belanja negara, Sri Mulyani menuturkan masih terus dioptimalkan dan ditingkatkan dalam upaya membantu masyarakat memulihkan ekonominya. Diantaranya, belanja kementerian dan lembaga tumbuh 16,1 persen per September 2021.[]