News

KSPI Bakal Demo Besar-besaran, Ferdinand Hutahaean: Negara Tidak Akan Tunduk


KSPI Bakal Demo Besar-besaran, Ferdinand Hutahaean: Negara Tidak Akan Tunduk
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia melakukan unjuk rasa di Bundaran Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2020). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menanggapi Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang akan menggelar demo besar-besaran pada 1 November 2020 soal klaster ketenagakerjaan. 

Menurut Ferdinand Hutahaean, negara tidak boleh tunduk pada tekanan dan ancaman orang seperti organisasi KSPI.

"Pemerintah punya otoritas untuk melakukan kebijakan atas nama konstitusi demi ratusan juta kelompok masyarakat lain," kata @FerfinandHaean3 di Twitter, Minggu (25/10/2020).

Ferdinand Hutahaean mempertegas Presiden KSPI Said Iqbal bahwa negara tidak akan tunduk pada kepentingan pribadinya.

"Saudara Said Iqbal, negara tidak akan tunduk pada kepentingan pribadimu!!" kata Ferdinand Hutahaean.

Sebagaimana diketahui, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak klaster ketenagakerjaan dalam UU Cipta Kerja dan akan melakukan demo besar.

"Pertama, direncanakan tanggal 28 Oktober. Kalau Presiden menandatangani UU Cipta Kerja, pada saat itu, karena 29 Oktober tanggal merah, 31 Oktober hari Minggu, maka tanggal 1 November bisa dipastikan buruh-buruh KSPI akan menyerukan aksi nasional di seluruh Indonesia. Sebanyak 20 provinsi lebih dari 200 kabupaten/kota," ujar Said Iqbal dilansir dari detik.

Said Iqbal menegaskan bahwa KSPI akan melakukan aksi besar-besaran pada tanggal 1 November tersebut secara bersamaan dan akan bawa judicial review.

Said Iqbal juga memastikan unjuk rasa akan berlangsung secara damai. Demo omnibus law juga akan dibarengi dengan penyampaian judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Aksi akan berlangsung di sekitar Istana Merdeka dan Mahkamah Konstitusi. Aksi akan terus berlangsung sampai keluar hasil keputusan dari MK atas gugatan UU Cipta Kerja tersebut.

"Tiada batas waktu, kapan saja kami akan persiapkan aksi-aksi terstruktur, terarah, dan konstitusional," ucap Iqbal.[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu