News

KSAD Ungkap Isi MoU Soal Sel Dendritik Karya Eks Menkes Terawan

Penelitian sel dendritik ini ternyata bukan untuk diproduksi massal


KSAD Ungkap Isi MoU Soal Sel Dendritik Karya Eks Menkes Terawan
KSAD Jenderal Andika Perkasa (Instagram/tni_angkatan_darat)

AKURAT.CO, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa mengungkap nasib dan masa depan riset sel dendritik pasca penandatanganan kesepakatan (MoU) antara Kemenkes, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan TNI AD.

Dia mengatakan, MoU yang difasilitasi Kemenko PMK itu merupakan bentuk perhatian serius pemerintah terhadap polemik isu yang orang sebut sebagai vaksin nusantara. 

Dia mengatakan, tim peneliti sel dendritik sudah digagas di era menteri kesehatan Terawan Agus Putranto. Memang diakuinya bahwa ada dua anggotanya yang terlibat dalam riset sel dendritik itu. Tetapi, keterlibatan dua anggotanya itu atas nama pribadi. Bukan mengatasnamakan TNI. 

"Jadi tim peneliti waktu itu kan menggagas ini sejak Menteri Kesehatannya masih dokter Terawan. Jadi waktu itu juga tidak ada hubungannya dengan Angkatan Darat karena penelitian uji klinis yang disebut waktu itu ya, kan itu sudah juga diserahkan kepada BPOM untuk perizinan fase 1 uji klinis itu dilakukan di RS Kariadi," kata Andika di Puspom TNI AD Jakarta Selatan, Selasa (20/4/2021).

Dia mengungkapkan ada dua anggotanya yang terlibat sejak awal dalam riset sel dendritik yang kemudian disebut orang sebagai vaksin nusantara. Tetapi keduanya tidak mewakili institusi TNI AD. Mereka ikut dalam tim riset atas nama pribadi. 

"Seingat saya ada dua peneliti tapi kepada individu yang dilibatkan sebagai peneliti tapi tidak dari perspektif institusi. Kami tidak terlibat secara langsung," kata mantan Danpaspampres itu.

Dia menambahkan, atas kesempatan bersama itu dicapai keputusan bahwa penelitian sel dendritik tidak untuk diproduksi secara masaal dan bukan untuk jadi vaksin yang digunakan secara umum oleh masyarakat. 

"Tim peneliti tersebut lantas diminta merespons temuan-temuan dari BPOM. Di sisi lain, pemerintah melihat inovasi yang ada adalah ikhtiar untuk mencari solusi pandemi, salah satunya lewat metode imunoterapi," ungkapnya. 

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu