News

Kronologi Pengeroyokan TNI AD di Penjaringan Jakut hingga Tewas

Satu pelaku pengeroyokan terhadap anggota TNI AD berinisial S di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara telah ditangkap.


Kronologi Pengeroyokan TNI AD di Penjaringan Jakut hingga Tewas
Ilustrasi pengeroyokan. (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Satu pelaku pengeroyokan terhadap anggota TNI AD berinisial S di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara telah ditangkap. Namun demikian, polisi masih memburu pelaku lainnya.

Diketahui, pengeroyokan itu menyebabkan S meninggal dunia dan seorang warga sipil lainnya terluka hingga harus menjalani perawatan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, terdapat dua warga sipil juga jadi korban pengeroyok yang menewaskan anggota TNI AD di Jalan Rusun Muara Batu, Penjaringan, Jakarta Utara. Mereka adalah SM dan MS.

baca juga:

Zulpan mengatakan, kedua warga sipil tersebut mengalami luka sobek hingga jari putus buntut ditebas senjata tajam saat hendak melerai keributan.

Sementara itu, anggota TNI AD berinisial S (23) tewas dalam kejadian ini. Dia ditusuk dua kali oleh pelaku.

"Korban SM terkena serangan menggunakan senjata tajam oleh pelaku berkaos hitam, mengakibatkan korban luka sobek di dada sebelah kanan dan luka sobek di punggung belakang. Sedangkan korban MS luka dibagian jari manis sebelah kanan putus dua ruas," kata Zulpan kepada wartawan, Senin (17/1/2022).

Lebih lanjut, Zulpan membeberkan kronologi peristiwa tersebut berawal saat empat pelaku menaiki dua sepeda motor kemudian mereka turun dan mendatangi para saksi satu per satu dan bertanya. "Menanyakan 'apakah kamu orang Kupang?'" kata Zulpan menirukan.

Kemudian, lanjutnya, salah satu saksi berinisial SN menjawab kalau dirinya bukan orang Kupang tapi orang Lampung. Pelaku lantas bertanya kepada korban S yang belakangan diketahui merupakan anggota Asmil Yonif Raider 303. Korban tidak menjawab lalu terjadilah peristiwa tersebut.

"Korban tidak menjawab, akhirnya terjadi cekcok antara pelaku dan korban S, korban saling pukul dan satu pelaku berkaos hitam mencekik leher korban sambil memegang tangan korban. Salah satu pelaku berkaos biru menusuk korban S menggunakan senjata tajam sebanyak dua kali hingga korban jatuh tersungkur," katanya.