Entertainment

Kronologi Kasus Safa Space, Konflik Fandom KPop yang Ramai di Twitter

Konflik bermula ketika Safa mengunggah beberapa cuitan di Twitter yang dianggap sebagai ujaran kebencian.


Kronologi Kasus Safa Space, Konflik Fandom KPop yang Ramai di Twitter
Safa Twitter (Twitter.com/peachyslen)

AKURAT.CO, Nama Safa tiba-tiba menjadi Trending di media sosial Twitter sejak Rabu malam (18/5), hal tersebut ternyata berkaitan dengan konflik fandom KPop khususnya penggemar NCT Dream. 

Semakin ramai diperbincangkan, semakin banyak yang penasaran seperti apa kasus yang membuat nama Safa menjadi trending tersebut. Konflik bermula ketika Safa mengunggah beberapa cuitan di Twitter yang dianggap sebagai ujaran kebencian. 

Dalam Tweetnya, Safa menuliskan kata-kata bernada kebencian terhadap personel NCT Jaemin dan sempat menyinggung rekannya juga Renjun. Kasus ini ternyata sudah terjadi sejak 4 Mei lalu, bahkan Safa sempat menerima kritik dan ancaman akan didatangi ke rumahnya secara langsung, hingga ia membuat sebuah pernyataan minta maaf pada NCTzen. 

baca juga:

Meskipun telah membuat pernyataan minta maaf, kasus Safa masih bergulir hingga kemarin. Ia mendapatkan undangan di forum Space Twitter yakni media percakapan Twitter yang bisa didengarkan oleh banyak orang. 

Rekaman dari percakapan penggemar NCT dan Safa tersebut banyak disalin oleh warganet, hingga beredar luas di media sosial Twitter. Dalam forum tersebut terdapat sekitar 10 sampai 11 akun menjadi speaker selain Safa. 

Alih-alih membicarakan seputar perdamaian, forum tersebut malah memunculkan kembali konflik antar Safa dan Fandom NCT,  bahkan menjadi obrolan yang viral di warganet. 

Secara garis besar, rangkuman percakapan selama 2 jam tersebut berisikan tentang tuntutan dari penggemar NCT kepada Safa. Mereka meminta agar Safa tidak lagi mengulangi perbuatannya dan membuat sebuah video permintaan maaf dengan surat bermaterai, mereka juga meminta agar orangtua Safa ikut dalam video permintaan maaf tersebut.

Mereka juga mengancam Safa akan melaporkan tindakannya ke pihak yang berwajib dengan pasal UU ITE.Merespon permintaan tersebut, Safa mengatakan bahwa dirinya menolak untuk membuat video dengan alasan privasi. 

Menerima jawaban tersebut, membuat beberapa penggemar NCT yang terlibat dalam percakapan Space tersebut semakin panas. Salah seorang dengan nada tinggi bahkan mengatakan ia akan menuntut Safa ke meja hijau atas tindakannya. 

Percakapan Space tersebut lantas viral dan menuai beragam respon dari warganet, banyak yang menganggap bahwa penggemar KPop tersebut terlalu berlebihan, terlebih lagi saat salah seorang penggemar dianggap ‘mengancam’ pekerjaan ayah Safa. Lebih lanjut lagi ia mengatakan seputar status orang tua, orang-orang terdekatnya yang memiliki jabatan bahkan dosennya yang merupakan salah satu kader partai politik Indonesia.

Salah seorang yang aktif  berbicara dalam forum juga menyebutkan bahwa dirinya adalah seorang Aktivis HAM yang berusia 29 tahun. Hal tersebut juga membuat topik seputar Umur 29 dan Saya 29 menjadi viral di Twitter.

Pagi tadi Kamis (19/5) melalui akun Twitternya @igotdaf Safa kembali menyatakan permintaan maafnya. Ia mengatakan bahwa dirinya tak sadar jika Space tersebut banyak didengarkan orang lain. Ia mengaku salah dan sadar atas perbuatannya.

Beberapa orang memang mengatakan bahwa ujaran kebencian yang dicuitkan oleh Safa tidak benar, namun mereka juga menganggap bahwa tindakan yang diambil oleh para penggemar tersebut terlalu berlebihan, bagaimana menurut kalian? []