Ekonomi

Kritisi Pertamina dan PLN, Aspenbindo Ingin CEO Lebih Inovatif

Pernyataan Jokowi sebagai sinyal yang cukup keras yang di sampaikan untuk BUMN dalam kinerjanya. 


Kritisi Pertamina dan PLN, Aspenbindo Ingin CEO Lebih Inovatif
Petugas melakukan pengecekan unit Power Bank jaringan listrik milik PLN di area hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Jumat (15/1/2019). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO  Melalui Video pengarahan Presiden Joko Widodo yang diunggah akun youtube Sekretariat Presiden, Jokowi membahas persoalan soal investasi di anak usaha BUMN Pertamina, TPPI sebesar US$3,8 miliar yang sudah bertahun-tahun dan masih mandek 

Jokowi mengaku kesal dengan badan usaha milik negara (BUMN) yang tidak cepat merealisasikan investasi meski penting untuk negara. Ia pun blak-blakan mengaku pernah membentak seorang direktur utama perusahaan pelat merah karena hal tersebut.

Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO),  Anggawira, menanggapi pernyataan Jokowi sebagai sinyal yang cukup keras yang di sampaikan untuk BUMN dalam kinerjanya. 

"Saya rasa semua BUMN terutama BUMN pertamina dan PLN bisa mereview dan melakukan pembaharuan terharadap struktur komisaris hingga direksi Pertamina dan PLN," ujar Anggawira lewat keteragannya, Senin (22/11/2021).

Anggawira juga menambahkan bahwa Pertamina dan PLN membutuhkan CEO yang berani, transformatif dan yang muda agar lebih energik dalam membawa kepemimpinannya. 

"Pertamina dan PLN membutuhkan sosok Pemimpin yang bisa mengambil resiko-resiko yang ada dalam kepemimpinannya. Bukan hanya menjalankan bisnis yang ada karena BUMN orientasinya bukan mencari keuntungan," ungkap Anggawira. 

Terakhir Anggawira juga mengatakan Pertamina dan PLN sudah membutuhkan pembaruan pemimpin yang bisa membuat inovasi untuk kemajuan Indonesia dan Indonesia memiliki tidak sedikit SDM muda yang berkompeten. []