News

Kritis, Tempat Tidur Critical untuk Pasien COVID-19 di Sleman Nyaris Tak Bersisa

Tempat tidur critical untuk pasien COVID-19 di Sleman mulai menipis


Kritis, Tempat Tidur Critical untuk Pasien COVID-19 di Sleman Nyaris Tak Bersisa
Ilustrasi corona (Pixabay/PIRO4D)

AKURAT.CO, Ketersediaan tempat tidur untuk pasien COVID-19 kategori berat atau critical di Kabupaten Sleman mencapai fase kritis. Dari total 56 yang tersedia kini tinggal menyisakan satu bed saja per Jumat (18/6/2021).

"Saya mengistilahkan untuk isolasi critical-nya kritis," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo di Kantor Bupati Sleman, Jumat.

Sedangkan ranjang untuk kategori non critical menyisakan kapasitas 40 persen dari seluruh jumlah yang ada di rumah sakit rujukan penanganan COVID-19.

Dinas Kesehatan oleh karenanya melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) mendorong seluruh rumah sakit rujukan segera menambah fasilitas tempat tidur. Saat ini yang paling memungkinkan adalah RSUP Dr Sardjito dan RSA UGM.

Hanya saja untuk RSA UGM memiliki masalah kekurangan sumber daya manusia (SDM). Jumlah tenaga kesehatannya tidak mencukupi.

"Di RSA ada 40 (bed) sebenarnya, tapi sekarang baru 23 atau 24 (yang diaktifkan)," paparnya.

Persoalan kian menipisnya daya tampung tak hanya dialami rumah sakit rujukan. Berbagai Fasilitas Kesehatan Darurat Covid-19 (FKDC) alias shelter khusus pasien tanpa gejala dan bergejala ringan juga mengalami hal serupa.

Joko memaparkan, shelter Rusunawa Gemawang sudah penuh, sementara Asrama Haji tersisa tiga ruangan. Saat ini diupayakan mengoperasikan kembali Gedung Mekkah untuk tambahan 100 ruangan.

"Dulu dipakai, itu kapasitasnya cukup banyak," ujar Joko.

Demikian pula shelter Rusunawa UII yang belum genap sepekan dibuka. Saat ini sudah terisi separuh dari kapasitas maksimal.

Pemkab Sleman dalam hal ini mendorong dibukanya shelter di kelurahan melalui Instruksi Bupati (Inbup) Sleman nomor 14/INSTR/2021. Beberapa, kata Joko, sudah mulai diaktifkan. []