Entertainment

Kritik Soal Penggunaan Istilah New Normal, Atiqah Hasiholan Sebut Hanya Transisi


Kritik Soal Penggunaan Istilah New Normal, Atiqah Hasiholan Sebut Hanya Transisi
Atiqah Hasiholan (AKURAT.CO/Intan Widiasih)

AKURAT.CO, Aktris Atiqah Hasiholan mengaku bingung dengan istilah 'New Normal' yang kini tengah ramai diperbincangkan masyarakat Indonesia.

Saat ini pemerintah Indonesia diketahui mulai menerapkan peraturan-peraturan baru selama pandemi COVID-19. Hal inilah yang nantinya bakal menjadi kebiasan baru masyarakat dalam menjalani aktivitas. 

Atiqah menilai istilah itu kurang tepat digunakan karena sekarang ini merupakan fase transisi untuk kembali ke kehidupan normal.

Istri Rio Dewanto itu menolak bila kondisi saat ini disebut sebagai normal baru. Ia percaya manusia masih bisa kembali ke kondisi sebelum pandemi.

"Saya bingung dengan kata New Normal terkait dengan kehidupan bersosial dan kontak fisik terhadap manusia. Jadi ketika pandemi usai, namanya apa? No, this is not normal, this is just a transition untuk kembali ke kehidupan normal," ungkap Atiqah Hasiholan di akun Instgram pribadinya, dikutip pada Kamis (28/5).

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh atiqah hasiholan (@atiqahhasiholan) pada

"Normal adalah sesuatu yang bisa diterima. Kita masih mau berjuang ke kehidupan yang dulu, kan?" ucap Atiqah.

Atiqah menerima banyak kritikan karena unggahannya tersebut. Bahkan ada juga yang menudingnya sebagai penganut teori konspirasi yang meyakini covid-19 adalah hasil rekayasa.

Atiqah menjelaskan bahwa dirinya bukan bermaksud mengkritik kebijakan pemerintah. Ia juga menegaskan bukan penganut teori konspirasi. Hanya saja, ia menolak untuk mengatakan bahwa ini adalah new normal. 

Menurutnya, normal adalah sesuatu yang harus bisa diterima dan berkaitan erat dengan psikologis manusia.

"Yang pada comment saya seolah mengkritik pemerintah coba deh pelajari dulu. New normal itu dipakai di seluruh dunia. Ilmu saya belum sampai ke situ. Saya cuma mempertanyakan kaitan penggunaan kata dengan psikologis manusia. Karena kalau saya, ogah sih normal kayak gini. Saya meyakini ini hanyalah transisi ke kehidupan normal," bebernya

Ia juga memberikan contoh sederhana mengapa ia merasa bingung dengan istilah New Normal. Atiqah menjelaskan jika seseorang tak bisa lagi memeluk orang yang disayangi, maka hal itu tidak bisa disebut sebagai sesuatu yang normal. 

Kondisi saat ini hanyalah transisi menuju kehidupan yang kembali normal.

"Ini apa sih yang masih mengaitkan dengan pemerintah? Ini hanya kata, sama saja dari social distancing yang kemudian diganti jadi physical distancing," tegasnya.

"Contoh simple, saya enggak mau ketika anak saya tidak dapat memeluk keluarganya atau teman-temannya, dengan penjelasan 'ini new normal sayang'. Saya lebih memilih untuk bilang 'sabar ya sayang everything is going back to be normal. This is just transition," pungkasnya.[]