Ekonomi

Kritik Rencana Pemindahan Ibu Kota, Emil: Sisi Historis Jakarta Akan Lenyap

Emil Salim kritisi rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan karena memakan biaya yang tidak sedikit


Kritik Rencana Pemindahan Ibu Kota, Emil: Sisi Historis Jakarta Akan Lenyap
Ekonom Senior Emil Salim ketika ditemui usai (AKURAT. CO/Atikah Umiyani)

AKURAT.CO, Ekonom Senior Emil Salim mengkritisi rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur. Ia pun menyoroti biaya yang harus dikeluarkan pemerintah untuk membangun gedung baru seluruh kementerian tidak sedikit. 

Adapun seluruh instansi kementerian itu diantaranya Istana Presiden/Wakil Presiden, Kantor MPR/DPR, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, hingga Markas Besar TNI/Polri wajib pindah ke ibu kota baru. 

Hal lain yang dikhawatirkan Emil Salim yakni karakter Jakarta yang selama ini punya sisi historis tinggi dalam pembentukan Republik Indonesia akan hilang. Menurutnya, itu semua akan diganti oleh gedung-gedung pemerintahan baru di Kalimantan Timur yang tidak punya nilai sejarah.

"Maka biaya terbesar yang saya lihat adalah the historical cost dari ibu kota proklamasi. Berkembangnya pusat perjuangan kita dari sejak Budi Oetomo. Jakarta akan hilang lenyap dan kalau ditukargulingkan menjadi sentra komersial," jelas Emil Salim. 

Emil Salim menerangkan, komersialisasi itu terjadi jika skema pembangunan gedung kementerian di ibu kota negara baru melalui tukar guling dengan pihak swasta.

Sehingga nantinya, swasta yang akan membangun gedung kementerian di Kalimantan. Sementara, gedung kementerian di Jakarta bakal tukar guling dengan swasta.

"Departemen Keuangan (Kemenkeu) adalah salah satu monumen historis yang besar, juga akan ditukar gulingkan. Kemudian beberapa kompleks di (Medan) Merdeka Barat/Timur/Selatan/Utara, kantor-kantor itu jika pindah harus juga tukar guling," paparnya.

"Dan kalau ditukargulingkan jadi sentra komersial, bayangkan Departemen Keuangan menjadi mal. Ngeri saya melihat hal-hal ini," lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Emil Salim juga mempertanyakan apakah pemerintah sudah memperhitungkan secara matang seluruh ongkos pemindahan ibu kota baru tersebut. Ia menganggap hal itu penting untuk digarisbawahi karena anggaran pemerintah terbatas, sehingga nantinya akan lebih banyak mengandalkan dana swasta.

"Swasta itu dia memikirkan keuntungan, dan siapa yang mempunyai dana dari swasta itu membangun gedung-gedung kementerian baru di Kalimantan? Tentu swasta yang besar, konglomerat besar. Bagaimana dampak politik ekonominya di dalam pembangunan ibu kota tersebut," pungkasnya Emil Salim.[]