Olahraga

Kritik Keras Murray dan Nadal soal Larangan Atlet Rusia-Belarusia di Wimbledon

Kritik Keras Murray dan Nadal soal Larangan Atlet Rusia-Belarusia di Wimbledon
Andy Murray harus absen di Australia Terbuka 2021 karena terpapar virus corona (COVID-19) sebelum jadwal keberangkatan ke Australia, Januari silam. (TWITTER/Andy Murray)

AKURAT.CO, Penolakan dan ketidaksetujuan terhadap larangan petenis Rusia dan Belarusia untuk tampil di Wimbledon 2022 terus bermunculan. Kali ini, giliran wakil tuan rumah, Andy Murray yang mengkritik dan sama sekali tidak mendukung diberlakukannya aturan tersebut.

Sebagaimana diketahui, para pemain dari Rusia-Belarusia tidak bisa bermain di turnamen grand slam kedua tahun ini di Wimbledon. Hal ini tak lepas dari tindakan Presiden Rusia, Vladimir Putin yang menyerang Ukraina sejak 24 Februari lalu. Belarusia juga dilarang karena negara tersebut telah mendukung aksi militer Rusia di Ukraina.

Bahkan, penyelenggara turnamen All England Lawn Tennis Club (AELTC) juga telah melarang pemain Rusia dan Belarusia untuk berlaga di semua turnamen lapangan rumput Inggris lainnya

baca juga:

Pada bulan Maret, pemerintah Inggris diketahui telah meminta badan pengatur nasional untuk meminta konfirmasi tertulis dari pemain Rusia dan Belarusia tentang netralitas mereka jika mereka ingin bersaing dan berkompetisi dalam turnamen di Inggris.

AELTC kemudian berkonsultasi dengan pemerintah pada bulan April tentang apakah akan mengizinkan pemain untuk bersaing. Hasilnya larangan itu akhirnya diberlakukan pada 20 April lalu.

Petenis senior Inggris, Andy Murray memberikan pandangannya terhadap tindakan yang dilakukan oleh pemerintahannya itu. Menurutnya, aturan tersebut sama sekali tidak membantu.

"Saya tidak mendukung pemain yang dilarang bermain. Aturan dari pemerintah tidak membantu. Pemahaman saya tentang aturan itu adalah bahwa Rusia dan Belarusia dapat bermain jika mereka menandatangani deklarasi bahwa mereka menentang perang dan melawan rezim Rusia," kata Murray, seperti dikutip dari BBC Sport, Senin (2/5).

“Saya tidak yakin seberapa nyaman perasaan saya jika sesuatu terjadi pada salah satu pemain atau keluarga mereka [sebagai akibat dari penandatanganan formulir]."

Murray menyadari bahwa dirinya tidak memiliki solusi yang tepat terkait hal ini. Namun, mantan petenis nomor satu dunia ini menilai aturan tersebut tidak adil bagi para pemain Rusia dan belarusia.