News

Kritik Anies Baswedan, Gilbert Simanjuntak: Pembayar Pajak Dikalahkan Sama Pehobi Sepeda

Gilbert Simanjuntak mempertanyakan program angkutan umum terintegrasi Jaklingko yang digagas Gubernur Anies Baswedan.


Kritik Anies Baswedan, Gilbert Simanjuntak: Pembayar Pajak Dikalahkan Sama Pehobi Sepeda
Warga bersepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (1/6/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Politisi PDIP DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkesan menganakemaskan pesepeda ketimbang pengguna transportasi umum.

Gilbert menilai, pemberian jalur khusus bagi pesepeda di Ibu Kota sebenarnya bukan prioritas. Mengingat, pengguna sepeda di Jakarta terbilang sedikit, bila dibanding pengguna transportasi umum dan kendaraan pribadi.

Seharusnya, lanjut Gilbert, Anies memprioritaskan pembenahan transportasi publik, salah satunya program Jaklingko.

"Perbaikan transportasi publik yang harus jadi prioritas. Bung Anies janjikan Jaklingko, tetapi sangat minim yang berfungsi. Jaklingko secara konsep bagus, tetapi seperti yang kita lihat semua berhenti di tata kata atau narasi dan minim aksi," kata Gilbert kepada AKURAT.CO Rabu (2/6/2021).

Lebih lanjut, Gilbert mengatakan, fasilitas jalur sepeda yang dibangun Anies kini mubazir lantaran penggunanya tidak banyak. Dia menyebut, pengguna sepeda di Jakarta sekarang tidak sampai 0,1 persen. 

Di sisi lain, Anies sudah menggelontorkan anggaran fantastis guna memfasilitasi pesepeda di Jakarta. Gilbert bilang, semua ini terjadi karena Anies Baswedan mengambil kebijakan yang tidak terukur.

"Ini persoalan kebijakan tak terukur oleh Gubernur. Semua jadi korban, dan tidak berdampak ke masyarakat luas saat pandemi ini. Jalur sepeda yang ada sangat rendah utilitasnya. Sejak 2019 saya sudah sampaikan betapa besar dana untuk jalur sepeda, tetapi tidak berfungsi," tegasnya.

Patut diketahui, Anies belakangan ini memfasilitasi habis-habisan pengguna sepeda di Ibu Kota. Pengguna kendaraan gowes itu diberi jalur khusus di beberapa wilayah di Jakarta dengan menelan anggaran hingga Rp73 miliar. Terbaru Anies bikin jalur sepeda permanen di Jalan  Sudirman - Thamrin senilai Rp28 miliar.

Tidak hanya memfasilitasi pesepeda pada umumnya, pengguna sepeda khusus seperti road bike juga diberi perhatian lebih. Bahkan Anies sampai rela permanenkan jalur khusus road  bike di Jalan Layang Non Tol Kampung Melayu - Tanah Abang, meski jalur ini sebelumnya dilarang untuk sepeda motor dengan alasan keamanan. Jalur permanen ini dipakai dua kali sepekan untuk pesepeda, yakni Sabtu dan Minggu pada pagi hari.

Tidak hanya itu, pengguna road bike juga diberi ruang di sepanjang jalan Sudirman -Tahmrin disetiap hari kerja Senin hingga Jumat dari pukul 05.00 hingga 6.30 WIB.

"Pembayar pajak kendaraan dikalahkan oleh pehobi sepeda," tutup Gilbert. []