News

Kritik Abdillah Toha untuk Muhammad Nasir yang Usir Dirut PT Inalum Saat RDP di Komisi VII


Kritik Abdillah Toha untuk Muhammad Nasir yang Usir Dirut PT Inalum Saat RDP di Komisi VII
Salah satu pendiri Partai Amanat Nasional Abdillah Toha (Screencapture)

AKURAT.CO, Salah satu pendiri Partai Amanat Nasional Abdillah Toha menanggapi sikap Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Muhammad Nasir yang mengusir Direktur Utama PT Inalum (Persero) atau MIN ID Orias Petrus Moedak dari ruang rapat.

Melalui twitter @AT_Abdillah Toha melayangkan kritikan kepada Muhammad Nasir dan menyebutnya angkuh.

"Inilah salah satu contoh kualitas anggota DPR kita. Tidak paham obligasi (bond) dan seluk beluk pasar modal bisa duduk di komisi bidang bisnis dan dgn angkuhnya ancam mengusir tamunya. Dia pikir obligasi itu seperti ngutang di pegadaian atau bank," tulis @AT_AbdillahToha di Twitter yang diktuip akurat.co, Kamis (2/7/2020).

Sebagai informasi, Muhammad Nasir meminta Orias Petrus Moedak meninggalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VII DPR RI dan holding BUMN tambang, Selasa (30/6/2020).

Diketahui, perdebatan tersebut terjadi ketika tengah membahas soal refinancing utang Inalum dan penerbitan obligasi global perusahaan. Adapun perdebatan tersebut menjadi semakin memanas setelah sempat terjadi pengusiran kepada Orias oleh Muhammad Nasir.

"Kalau seperti ini bapak keluar saja dari ruang rapat!" ujar Muhammad Nasir kepada Orias.

Dalam RDP, Orias menjelaskan holding BUMN tambang atau MIND ID menerbitkan utang baru senilai US$2,5 miliar atau setara dengan Rp 35 triliun untuk refinancing sejumlah utang yang akan jatuh tempo dalam beberapa tahun ke depan.

Menurut Orias, utang akan dilakukan dengan penerbitan global bond.

Namun, Muhammad Nasir terus bertanya terkait kemampuan MIND ID membayar utang. Dia juga mempertanyakan cara dan mekanisme penerbitan utang obligasi yang tak menggunakan kolateral.

“Kalau potensi default seperti apa? Tugas saudara adalah untuk memastikan masalah utang ini selesai, bukan menambah utang lagi, utang lagi. Kalau seperti itu lulusan SMA bisa duduk di kursi bapak,” kata Nasir.[]

Dian Rosmala

https://akurat.co