Ekonomi

Update Kripto Pekan Ini: Bitcoin Terpuruk Paling Parah Sejak Tahun 2011

Berdasarkan data yang dikutip dari Coindesk pada Sabtu (2/6/2022), Bitcoin (BTC) mengalami penurunan harga bulanan terbesar sejak 2011 sebesar 37,3 persen.


Update Kripto Pekan Ini: Bitcoin Terpuruk Paling Parah Sejak Tahun 2011
Ilustrasi Bitcoin (Pixabay.com/worldspectrum)

AKURAT.CO, Bulan Juni kemarin merupakan bulan yang sangat sulit untuk pasar kripto. Hal itu lantaran beberapa kali Bitcoin dan beberapa stable coin lainnya turun jatuh berhamburan tak tersisa.

Berdasarkan data yang dikutip dari Coindesk pada Sabtu (2/6/2022), Bitcoin (BTC) mengalami penurunan harga bulanan terbesar sejak 2011 sebesar 37,3 persen. Ethereum (ETH) turun 45 persen bulan lalu. Binance (BNB) menguat 2,68 persen dan 6,92 persen sepekan. 

Selain itu penurunan tersebut sebagian besar karena berbagai masalah ekonomi makro yang membuat para investor dan trader menjadi pergi untuk menghindari resiko.

baca juga:

“Ini adalah salah satu kuartal terburuk yang tercatat hampir di mana-mana di seluruh pasar ekuitas, di pasar obligasi, di banyak tempat berbeda,” Jeff Dorman, kepala investasi di manajer aset digital Arca Funds.

Selain itu, inflasi yang masih berjalan serta ancaman resesi didepan mata akibat ketidakpastian global yang disebabkan gangguan rantai pasokan serta adanya invasi Rusia ke Ukraina menjadikan para investor yang ada di seluruh pasar menjadi takut untuk mengambil resiko yang tinggi. Dan itu memang wajar.

“Kisahnya seharusnya tentang platform [keuangan terdesentralisasi] yang telah bekerja dalam melayani pelanggan mereka dengan mengagumkan dan tanpa masalah, sementara rekan [keuangan terpusat] mereka seperti Celsius telah meledak,” kata Dorman.

Sejumlah analis percaya bitcoin akan menembus di bawah dukungan sekitar USD 18.000 - USD 21.000  (Kurs Rp 14.900 (Rp 269.552.700 - Rp 314.478.150)) yang akan jatuh dan bertahan sekitar Juni akhir.

"Pengujian ulang yang berhasil tampaknya saat ini dan dapat menetapkan dasar untuk pemulihan bertahap yang tersebar selama beberapa bulan,” tulis CEO BitBull Joe DiPasquale kepada CoinDesk.

Tetapi tidak semua faktor luar yang memengaruhi pasar crypto. Crypto sendiri mengalami guncangan besar bulan lalu, menyebabkan penurunan yang bahkan melampaui indeks saham utama, yang terus menurunkan nilainya.

“Penerobosan dari kisaran ini dapat membuat perdagangan bitcoin antara USD 13.000 hingga USD 15.000 dan dapat mengirim pasar ke dalam spiral yang mungkin memerlukan periode waktu yang lebih lama untuk pemulihan," jelas Dorman.[]

Sumber: Coindesk