Ekonomi

Kripto Lunc Naik Harga dan Tenar, Terra Kembali Jaya?

Kripto Lunc Naik Harga dan Tenar, Terra Kembali Jaya?
Ilustrasi Terra (Terra)

AKURAT.CO Dikeluarkannya surat penangkapan Pendiri Terraform Labs (TFL) Do Kwon dari Pengadilan Korea Selatan telah hangat diperbincangkan, karena dianggap mampu mematikan proyek Terra yang tengah dikembangkan.

Jatuhnya ekosistem Terra yang membanting harga token LUNC dan UST ke tanah membuat sebagian investor marah dan menuntut Do Kwon atas tuduhan manipulasi pasar untuk memperkaya diri.

Namun, sebelum surat penangkapan tersebut keluar, harga token LUNA dan Luna Classic (LUNC) telah melesat, terutama LUNC yang meroket lebih dari 500 persen dalam tiga minggu.

baca juga:

Setelah surat tersebut, harga LUNC dan LUNA pun jatuh, namun masih dalam persentase yang menguntungkan dibandingkan sebelum harga meroket ratusan persen.

LUNA dan LUNC keduanya adalah koin baru yang diluncurkan setelah kehancuran Terra. Secara khusus, LUNC adalah token Luna asli, sedangkan LUNA adalah token baru dari jaringan Terra 2.0.

Mengapa token LUNC yang seharusnya sudah tak dapat bangkit justru menguat, itu berawal di bulan Agustus, saat Terra Classic mengumumkan bahwa mereka berencana untuk memigrasikan 33 proyek ke dalam chain.

Sementara itu, proposal untuk tax burn dan mengaktifkan kembali delegasi dan staking token telah disahkan.

"Proposal tax burn akan memperkenalkan pengurangan pajak 1,2% untuk transaksi on-chain LUNC dan USTC hingga total pasokan token LUNC turun menjadi 10 miliar. Pada titik ini, harga LUNC tidak melonjak atau turun," ujar Pendiri dan CEO dari bursa kripto CoinEx, Haipo Yang.

Pada 22 Agustus, LUNC DAO mengumumkan bahwa Terra Classic akan meluncurkan LUNC staking dan burning.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi