News

KPU Sosialisasi Alat Peraga Kampanye kepada Peserta Pemilu

KPU Sosialisasi Alat Peraga Kampanye kepada Peserta Pemilu
Komisioner KPU Hasyim Asy'ari (kanan) bersama Komisioner Bawaslu Muhammad Afifuddin melakukan pengecekan alat peraga kampanye pasangan calon presiden usai melakukan rapat di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Senin (29/10/2018). Rapat pembahasan penyampaian dan penetapan desain alat peraga kampanye (APG) yang juga dihadiri perwakilan partai politik peserta pemilu 2019. Alat peraga kampanye setiap partai dan juga pasangan calon presiden ini nantinya akan digunakan sesuai dengan peraturan KPU. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyampaikan dan menetapkan desain alat peraga kampanye (APK) peserta pemilu tingkat pusat tahun 2019.

Komisioner KPU Hasyim Asyari mengatakan, alat peraga kampanye (APK) peserta pemilu baik Pasangan calon presiden dan wakil presiden dan partai politik akan diproduksi KPU.

"Karena undang-undang Pemilu menyatakan bahwa sebagian sarana untuk kampanye atau alat peraga kampanye itu dibiayai oleh negara dalam hal ini APBN yang dititipkan di KPU," ujar di kontar KPU RI, Jl. Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (29/10)

baca juga:

Menurut Hasyim KPU, untuk desain alat peraga kampanya (APK) diserahkan kepada masing-masing perserta pemilu. Namu untuk urut APK akan ditentukan oleh KPU.

"Desain kita serahkan pada masing-masing peserta pemilu karena yang berkepentingan untuk berkampanye adalah peserta pemilu. Hanya ukurannya yang kemudian kami (KPU) yang mengatur," imbuhnya.

Hasyim juga menambahkan bahwa prosedur peserta pemilu menyampaikan pesannya seperti apa yang sudah disetujui oleh masing-masing peserta pemilu kemudian dicek ketika di print warnanya sudah sesuai atau belum.

"Kita mintakan konfirmasi lagi dalam hal ini adalah penyerahan secara resmi hari ini," imbuhnya.

Kendati demikian, KPU mengaku hingga saat ini masih ada partai politik yang belum memutuskan pilihan terkait sejumlah alternatif alat peraga kampanye (APK) tersebut.

"Beberapa partai politik masih ada alternatif 1 dan 2. Kami minta segera mengambil pilihan mana yang mau diambil," pungkasnya.[]