News

KPU RI Pastikan Dokumen Pengajuan Tambahan Anggaran Pilkada 2020 Sudah Lengkap


KPU RI Pastikan Dokumen Pengajuan Tambahan Anggaran Pilkada 2020 Sudah Lengkap
Ketua KPU memberikan kata sambutan Ketua KPU Arief Budiman bersama Wakil Ketua KPU Pramono Ubaid Tanthowi dan Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin pada Launching Pemilihan Serentak tahun 2020 di Gedung KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2020). Tahapan Pilkada Serentak 2020 dimulai kembali setelah sempat tertunda karena pandemi COVID-19. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendapat Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) tambahan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman memastikan bahwa seluruh peserta Pilkada 2020 sudah melengkapi dokumen pengajuan penambahan anggaran Pilkada serentak 2020.

Sebelumnya, kata Arief, terdapat 21 daerah yang belum melengkapi. Karena daerah-daerah tersebut tengah merevisi penambahan anggaran yang diberikan KPU. Sehingga dari sistem tersebut tidak masuk.

"Tapi pukul 12.21 WIB, satker tadi sudah terinfo semua," kata Arief dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senin (22/6/2020).

Kini, lanjut Arief, setelah dokumen pengajuan penambahan anggaran akan diberika ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk diperiksa.

"Jadi sekarang proses sebetulnya tinggal menunggu telaah dan validasi dari Kementerian Keuangan," ujarnya.

Ia berharap, dengan dukungan dari berbagai Kementerian proses memvalidasi penambahan anggaran segera masuk ke rekening satker di provinsi dan Kabupaten/Kota.

"Saya berterima kasih, mudah-mudahan dengan dukungan semua pihak, Kementerian Dalam Negeri proses telaahan dan validasi tidak terlalu lama sehingga Dana segera masuk ke rekening satker di provinsi dan kabupaten kota," pungkasnya.

Sebelumnya, Kemenkeu menyetujui pengajuan penambahan anggaran Pilkada 2020 sebesar Rp4,7 triliun. Pencairan anggaran tersebut dibagi dalam tiga tahap.

Tahap pertama akan dicairkan Rp1,024 triliun pada Juni 2020. Tahap kedua, Rp3,28 triliun pada Agustus 2020. Kemudian, tahap tiga Rp457 miliar diminta dicairkan pada Oktober 2020.[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu